Polres Amankan Tujuh Tersangka Narkotika

 

Singkawang BorneoneTV .Com  – Satresnarkoba Polres Singkawang menggelar press rilis pengungkapan kasus Narkotika di wilayah hukum Polres setempat, Kamis (4/6).

Bacaan Lainnya

“Dari bulan Mei sampai awal Juni 2020, kami telah menangani sebanyak empat laporan polisi (LP) dalam perkara tindak pidana Narkotika jenis sabu dengan jumlah pelaku sebanyak tujuh orang,” kata Kasat Narkoba Polres Singkawang, IPTU Jumari.  Sementara barang bukti Narkotika jenis sabu yang berhasil diamankan ada sebanyak 2,48 gram.

Dia mengungkapkan, tujuh tersangka yang diamankan masing-masing berinisial AK, YD, UN,RH, RL, YY dan MM.  “Ketujuh tersangka ini berhasil kita amankan di empat TKP yang berbeda,” ujarnya.

Seperti tersangka AK, berhasil pihaknya amankan dari sebuah Kost Jalan Yos Soedarso, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat, Selasa (26/5) sekitar pukul 10.30 WIB. Tersangka YD dan UN berhasil pihaknya amankan di sebuah rumah yang beralamat di Jalan Suhada, Kelurahan Condong, Kecamatan Singkawang Tengah, Kamis (28/5) sekitar pukul 19.00 WIB.

Kemudian, tersangka RH berhasil pihaknya amankan di sebuah rumah yang beralamat di Jalan Sepakat, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Kamis (28/5) sekitar pukul 20.00 WIB. Tersangka RL, YY dan MM berhasil pihaknya amankan di Jalan Mahakam Komplek Crysant, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Senin (1/6) sekitar pukul 21.00 WIB.

“Berdasarkan hasil penyidikan, ketujuh tersangka ini diduga sebagai pengedar. Sementara barang haram tersebut rata-rata mereka ambil dari Kota Pontianak,. Kemudian barang haram tersebut mereka pecah untuk dipasarkan di Kota Singkawang,” ungkapnya.  Atas perbuatannya, ketujuh tersangka akan dikenakan Pasal 114 ayat 1 dan Pasal 112 ayat 1 UU Narkotika No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun.

“Dari penangkapan yang dilakukan Satresnarkoba Polres Singkawang secara langsung maupun tidak langsung telah memutus mata rantai peredaran Narkotika di Kota Singkawang karena telah menyelamatkan maayarakat Singkawang dari penyalahgunaan Narkotika,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Singkawang, Irwan mengatakan, akan melibatkan seluruh stakeholder yang ada sampai ditingkat Kelurahan untuk mencanangkan lima Kelurahan sebagai “Pilot Project” Kelurahan Bersinar (Bersih Dari Narkoba).

“Jadi kami ambil setiap Kecamatan satu Kelurahan. Nanti akan kami pilih daerah-daerah mana saja yang memang rawan dengan peredaran gelap narkotika. Dan kita juga akan meminta masukan dari BNN dan kepolisian, mana daerah-daerah yang menjadi titik rawan narkoba,” kata Irwan.

Dia berharap, dari lima Kelurahan ini bisa mengkampanyekan bahwa seluruh Kelurahan (26 Kelurahan) di Kota Singkawang harus menjadi Kelurahan Bersinar ke depannya

“Ini harus menjadi kerja kita bersama, jadi bukan hanya kerja pemerintah, TNI, Polri dan BNN saja, tapi juga masyarakat untuk mewujudkan Singkawang bebas dari narkoba,” tuturnya.

Apalagi narkoba sudah menjadi musuh dan persoalan bangsa, yang tentunya diketahui bersama bahwa dampak dari narkoba ini sangat-sangat panjang sampai kepada ke generasi yang berikutnya.

Lima Kelurahan yang akan menjadi percontohan, antara lain, Sungai Garam di Singkawang Utara, Sedau di Singkawang Selatan, Roban atau Condong di Singkawang Tengah, Kuala di Singkawang Barat dan satu kelurahan masih dikaji khususnya di Singkawang Timur. Salah satu tersangka RL, mengaku sudah dua kali menjual narkoba.

“Sebelumnya (tahun 2019) pernah dihukum karena kasus narkoba,” katanya.  Barang haram tersebut dia dapatkan dari seseorang yang berada di Pontianak untuk dipasarkan di Kota Singkawang.

“Saya ambil dari Pontianak untuk dipasarkan di Kota Singkawang,” ujarnya. (tim ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.