banner 120x600

DPRD Kabupaten Sekadau adakan Rapat Paripurna ke II masa Persidangan ke III

banner 120x600

Sekadau, BorneOneTV.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sekadau mengadakan rapat paripurna ke II masa persidangan ke III pembahasan mengenai 2 buah Raperda inisiatif DPRD Kabupaten Sekadau, di ruang rapat paripurna DPRD kabupaten Sekadau, Senin (15/6).

Ketua Bapemperda DPRD Sekadau Subandrio dalam penyampai nota pengantar oleh ketua DPRD Sekadau membahas mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan, serta Raperda tentang pelestarian dan pengelolaan cagar budaya.

“tujuan dengan diadakannya Raperda tentang pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan adalah untuk mengidentifikasi mengenai sumber-sumber atau penyebab-penyebab terjadinya Karhutla,” Ungkapnya.

Dalam mengidentifikas terjadinya Karhutla, Subandrio menjelaskan harus dapat dibedakan antara Karhutlah yang disengaja untuk membuka lahan perkebunan tanpa ijin, atau hanya sekedar kegiatan rutin masyarakat yang membakar lahan dan mengelolanya menjadi lahan pertanian.

Mengingat Kabupaten Sekadau masih banyak masyarakat yang perekonomiannya bergantung dari hasil hutan, pertanian dan perkebunan. Untuk itu dalam rangka menjalankan sesuai dengan fungsinya dan dengan topografi wilayah Kabupaten Sekadau yang memiliki luas hutan yang cukup besar.

“Perlu kiranya membentuk payung hukum tentang pengelolaan hutan dan lahan agar kelestariannya tetap terjaga serta kepentingan masyarakat juga dapat terakomodir. Secara khusus tujuan dari pembentukan Raperda tentang pencegahan dan penanganan Karhutla ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai kelestarian alam khususnya hutan, yang salah satu penyebab kerusakannya adalah membakar hutan dan lahan secara ilegal. Terangnya.

Memberdayakan semua pihak seperti Pemda, perusahaan perkebunan, Masyarakat setempat dan tokoh masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya melestarikan hutan.

Memberikan kepastian dan perlindungan hukum atas kelestarian hutan dengan tidak membakar hutan dan lahan secara ilegal.

Memberikan tuntunan dan arahan kepada semua pihak yang terlibat dalam pelestarian hutan agar selalu mengacu pada peraturan perundang-undangan dan Perda yang berlaku.

Memetakan persepsi dan harapan masyarakat terhadap peran serta Pemkab Sekadau dalam mengawal pelaksanaan Perda pencegahan dan penanganan Karhutla untuk selalu memperhatikan batas-batas kewajaran dalam mengelola Pertanian dan perkebunan sehingga selalu berada pada perda hukum yang benar.

Mengkaji dan meneliti pokok-pokok materi apa saja yang ada dan harus ada dalam Perda karhutla agar, Perda yang dihasilkan menjadi payung hukum yang tepat. Mengayomi berbagai kepentingan yang ada, berindikasi pada peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian hutan.

Sementara untuk Raperda tentang pelestarian dan pengelolaan cagar budaya maka perlu adanya perlindungan terhadap cagar budaya. Menurut UU nomor 11, tahun 2010 tentang cagar budaya perlu dukungan yang terdiri dari penyelamatan, pengamanan, zonasi, pemeliharaan, dan pemugaran.

Cagar budaya sebagai sumber budaya memiliki sifat baku, unik, langka, terpantas dan tidak terbarui, oleh karena itu untuk menjaga cagar budaya dari ancaman pembangunan fisik baik di wilayah perkotaan, perdesaan diperlukan adanya pengaturan untuk menjamin eksistensinya.

“Dengan adanya Raperda tentang cagar budaya diharapkan memberikan kewenangan kepada Pemkab dan partisipasi masyarakat dalam mengelola cagar budaya,” jelas Subandrio.

Dalam rapat tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis dari pimpinan DPRD Sekadau kepada Bupati Sekadau yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau Zakaria.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sekadau Radius Efendy didampingi Wakil Ketua I Handi dan Wakil Ketua II Zainal serta Sekwan, Sapto Utomo.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau Zakaria berserta sejumlah OPD di lingkungan Pemkab Sekadau. (Krisantus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: