LAKI Menggugat Sidang Sengketa Informasi Perijinan Ganda oleh Pertamina

oleh
Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Burhanuddin mengatakan, temuan informasi perijinan ganda pertamina di kabupaten Kapuas Hulu dan kota Singkawang, dinilai sangat berbahaya dengan satu lokasi yang sama, (hadin )

Pontianak, BorneOneTV.com_Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) KalbarĀ  melakukan sidang sengketa informasi terkait temuan informasi perijinan ganda Pertamina di kabupaten Kapuas Hulu dan Kota Singakawang di aula Diskominfo Provinsi Kalimantan Barat Jl Adisucipto Pontianak tenggara, Senin 22/6/2020

Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Burhanuddin mengatakan, temuan informasi perijinan ganda pertamina di kabupaten Kapuas Hulu dan kota Singkawang, dinilai sangat berbahaya dengan satu lokasi yang sama, orangnya sama bisa mempunyai perijinan ganda, namun untuk melangkah secara hukum masih ragu-ragu, dan mempersiapkan data-data yang akurat memperjelas informasi yang tidak menimbulkan fitnah, dan tidak terjadi kebohongan publik. “Ujarnya

Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) meminta kejelasan kebenaran informasi bahwa temuan informasi perijinan ganda di kabupaten Kapuas Hulu dan Kota Singakawang, informasi ini tidak dipublik oleh pihak pertamina makanya Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) menggugat sesuai undang-undang yang berlaku.

Ia, menyampaikan kepada majelis Komisioner Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Barat sebatas informasi tidak secara detail, karna merupakan sengketa informasi publik bukan sengketa pidana, LAKI tidak akan menyampaikan seluruhnya data-data yang dimiliki karna merupakan konsumsi LAKI dan pihak Pertamina, “Katanya

Chatarina Pancer Istiyani Kordinator Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi menambahkan, penyelesaian sengketa informasi menyangkut persoalan yang belum ditandatangani oleh direktur pertamina akan memberikan data yang sesuai yang diminta dalam hukum acara di komisi informasi. “Ujarnya

Lanjutnya, Kedua belah pihak pemohon dan termohon melakukan mediasi, dan waktu disepakati bersama, yang akan menjadi jembatannya adalah panitera, mediatornya dari Komisi informasi. “Pungkasnya( Hadin)

baca juga :  Produksi Padi Kalbar Peringkat 13 Nasional