Kapolda Kalbar Cek Peralatan Penanganan Karhutla

oleh
kapolda kalbar bersama forkompinda cek peralatan karhutla penangnan karhutla

Pontianak ,BorneoneTV.Com -Kapolda Kalbar Irjen Pol R Sigid Tri Hardjanto mengecek peralatan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalbar dalam acara Penggelaran Peralatan Penanganan Karhutla di Lapangan Janunaraga Polda Kalbar, Selasa (7/7).

Dalam pengecekan itu, Kapolda Kalbar  didampingi Wagub Kalbar H Ria Norsan, Kasdam XII/Tpr Brigjen TNI Alfret Denny D Tuejeh, Danlantamal XII Laksma TNI Agus Hariadi, Danlanud Supadio Marsma TNI Palito Sitorus dan Ketua Forkom Kebakaran Kalbar Ateng Tanjaya.

Pengecekan ini dalam rangka melihat langsung peralatan yang dimiliki oleh Damkar Swasta, Manggala Agni, BPBD dan TNI-Polri dalam kesiapsiagaan serta mengantisipasi karhutla di Provinsi Kalbar.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles mengatakan, Polda Kalbar berinisiatif untuk mengumpulkan jajaran, baik TNI/Polri, BPBD, Manggala Agni, Pemadam Kebakaran Swasta, untuk mengecek, baik personel maupun peralatan yang dimiliki dalam kesiapsiagaannya untuk menanggani Karhutla.

“Kapolda, Wagub, Kasdam, Danlantamal XII dan Danlanud menyaksikam sendiri kesiapsiagaan baik sarana dan prasarana dalam penanganan Karhutla itu sendiri,” kata Kabis Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donni Charles Go saat ditemui usai acara Penggelaran Peralatan Penanganan Karhutla di Lapangan Janunaraga Polda Kalbar.

Kemudian, Kapolda Kalbar juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran personel yang terlibat dalam Penanganan Karhutla di Provinsi Kalbar.

“Ini menunjukan, sejauh mana kesiapan kita.  Kita berharap, dalam penanganan Karhutla nanti upaya-upaya pencegahan bisa maksimal, kalaupun terjadi Karhutla segera bisa kita padamkan,” harapnya.

Saat ini, masih menurut Pamen Polda Kalbar, Kapolda Kalbar sudah mengeluarkan Maklumat tentan Karhutla dan mengimbau kepada Korporasi dan masyarakat untuk tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar.

“Ada 11 Provinsi yang rawan Karhutla. Ini akan terkonek langsung dengan aplikasi Lancang Kuning yang disiapkan Polda Kalbar,” jelasnya.

Dikatakannya, Polda Kalbar akan melaksanakan dua operasi, yakni Operasi Bina Karuna 1 dan Operasi Bina Karuna 2. Untuk personelnya ada sekitar 600 personel yang dilibatkan.

“Kita akan melihat eskalasi, kalau diperlukan lebih banyak, maka akan ada operasi kontijensi terkait bencana alam yang akan melibatkan personel cukup banyak,” katanya lagi.

Kemudian dalam operasi Aman Nusa pendekatan lebih pada fokus pencegahan, maka penyuluhan kepada masyarakat dan Patroli-patroli menjadi Prioritas Polda Kalbar.

“Akhir bulan Juli ini, operasi akan berlangsung  selama 21 hari dan dilanjutkan operasi Bina Karuna 2,” ujarnya.

Terkait dengan Maklumat Kapolda Kalbar, ia meminta kepada para peladang-peladang tradisional untuk tidak buka lahan dalam kondisi musim kemarau.

“Peladang dihimbau untuk mengubah pola bercocok tanam, sepanjang mematuhi Maklumat Kapolda Kalbar. Jangan membakar lahan saat kemarau dalam tingkat tinggi, sehinga mempermudah penyebaran Kebakatan itu sendiri,” ingatnya. (Lay).