Matakin Kalbar Budayakan Salam Wei De Dong Tian Bagi Umat Khonghucu

oleh

Pontianak ,BorneoneTV .COm -Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Provinsi Kalbar membudayakan Salam Wei De Dong Tian/Salam Kebajikan bagi umat Khonghucu dalam acara pertemuan di Sekretariat Matakin Kalbar, Sabtu (11/7).

Salam keagamaan ini merupakan inti dari keseluruhan ajaran agama Khonghucu yang terus diucapkan berulang-ulang untuk mengingatkan dan menguatkan agar umat Khonghucu selalu menjadikan Kebajikan sebagai ‘ruh’ dalam setiap desahan nafas dan tindak lakunya.

Salam Wei De Dong Tian sering diterjemahkan sebagai Hanya Kebajikan Tian Berkenan, penyesuaian atas terjemahan Hanya Kebajikan yang Menggerakkan/Menggetarkan Tian adalah salam keagamaan Khonghucu yang diucapkan saat sesama umat Khonghucu bertemu atau saat seorang MC, pembicara, penanya, atau pengkhotbah akan mulai menyampaikan materi.

Wei De Dong Tian adalah sabda Yi, penasihat Raja Da Yu yang tertulis dalam Shujing atau Shangshu kitab sejarah bab mengenai Yu (Yu Shu).

Salam Wei De Dong Tian dijawab dengan “Xian You Yi De” yang artinya Hanya ada satu Kebajikan atau Milikilah Kebajikan yang Esa itu.  Kalimat Xian You Yi De berasal dari sabda Yi Yin, penasihat Raja Shang Tang, pendiri dinasti Shang yang terdapat dalam Shu Jing (Kitab Sejarah) bab mengenai dinasti Shang (Shang Shu).  Salam Kebajikan/Wei De Dong Tian agar masyarakat tahu bahwa Salam Kebajikan adalah salam keagamaan Khonghucu.

“Dengan Salam Wei De Dong Tian digelorakan bersama-sama kita yakini akan menggetarkan Tian untuk melimpahkan rahmatnya bagi bangsa dan negara tercinta sehingga menjadi bangsa yang semakin besar, disegani, makmur, dan berkeadilan sosial berdasarkan Pancasila,” ucap Rohaniawan Suryanto, di Sekretariat Matakin Kalbar.

Dikatakannya, dalam mengucapkan salam Wei De Dong Tian ini harus memakai etika atau tingkatannya dalam pengucapannya, diantaranya, Disekitar dada, Di bawah hidung, Di sekitar alis, Di kening dan Di atas kepala.

Posisi Di sekitar dada adalah untuk membalas orang lain yang lebih muda. Posisi dibawah hidung saling hormat dengan orang yang umurnya sepadan.

Kemudian, Posisi disekitar alis, hormat kepada guru. Lalu, Posisi di kening adalah hormat kepada sheng meng/roh suci, misalnya di Kelenteng dan Posisi di atas kepala hormat kepada Tuhan, ketika sembayang di Kelenteng.

Sementara Ketua Matakin Kalbar, Sutadi mengatakan, umat Khonghucu sudah telalu lama meninggalkan salam Wei De Dong Tian dalam kehidupan sehingga perlu upaya untuk membudayakan kembali Salam Wei De Dong Tian dalam setiap bertemu atau dalam acara diskusi serta berbagai acara kepada umat Khonghucu di Kalbar. “Kita kembali membudayakan salam Wei De Dong Tian kepada Umat Khonghucu,” kata Sutadi. (Lay).