Emak Kucing Pengalaman 30 Tahun Merawat Kucing

oleh
ketua komunitas kucing kalbar,Afirda

Pontianak, BoneOneTV.com_Afrida Kusnawaji SE,istri AKBP ayun Kusnawaji Polda Kalbar
Kasubdit BABINKAMTIBMAS
Di direktorat Bimasdi ,sering disapa Emak Kucing,dalam hidupnya sudah diabdikan kepada kucing baik kucing jalanan maupun kucing terlantar dengan pengalaman mengurus dan menolong kucing selama 30 Tahun ia mempunyai obat tersendiri dari berbagai penyakit kucing saat diwawancara BorneOneTV Jl Danau Sentarum pontianak kota “Jum’at 10/7/2020

Afrida Kunawaji menyatakan, dari 30 orang pencinta kucing hingga terbentuk komunitas “Kalbar Pencinta Kucing” dirinya sebagai ketua komunitas walaupun nama komunitas sudah beberapa kali berganti, namun komunitasnya tetap berdiri sampai sekarang bahkan sudah dikenal ke luar kalbar, ia pernah mengikuti kegiatan lomba mirip Boby kucing milik Bpk Prabowo se-Jabotabek di Jakarta dan dirinya sebagai dewan juri perwakilan Kalbar. “Ujar di sapa emak kucing.

Komunitas “Kalbar Pencinta Kucing” saat ini jumlah anggota 9rb orang se-Kalbar, ia juga bergabung dengan grup lainya untuk kucing umum dengan jumlah anggota 256rb orang. Namun dirinya fokus kepada anggota “Kalbar Pencinta Kucing” diluar kalbar juga diminta untuk bergabung dan mengelolanya sebanyak 750rb orang anggota grup dan tawaranya ditolak, ia lebih fokus pada Komunitas di Kalbar.

Emak kucing sapaanya, merawat kucing tidak pernah memilih-milih baik kucing ras, kucing kampung semuanya akan diprioritaskan bahkan kalo kepasar dilarang suami karna kalo kepasar nanti ceritanya hilang jadi ngambil kucing” katanya

Sebagai dewan juri se-Jabotabek di Jakarta bersama Rektor Universitas Kebangsaan alm dr Boike pada awalnya diperkenalkan oleh salah satu teman komunitasnya kepada Bpk Prabowo yang memang kebetulan beliau sebagai pencinta kucing nama kucingnya Boby, ia sangat salut kepada Bpk Prabowo dan mensupport juga dengan Kucing yang bernama Boby.

Saat ini ada 50 ekor kucing karna kondisi rumah tidak muat untuk menampungnya sebagian dititipkan keanggota atau (anak-anak asuh) sebutan emak kucing, sesama komunitas juga mendukung walaupun tidak digaji dan tidak ada pungutan donasi dari manapun, ini piur dari komunitas ke komunitas untuk kucing-kucing yang terlantar di Kalbar. Kata emak kucing sapaanya.

Secara perawatan komunitas kucing melalui tretmen setiap bulan grumen, ia juga sebagai babu kucing dalam bahasa komunitasnya karna pekerjaan merawat kucing baik yang sakit dan kucing yang terlantar untuk diberikan obat herbal yang aman untuk kucing

Ketua komunitas “Kalbar Pencinta Kucing” emak kucing sapaanya mengimbau, untuk memberikan makanan kepada kucing terlantar atau yang dibuang sediakan makanan ala kadarnya di depan rumahnya mana tau ada kucing kelaparan lewat, jangan ada buang-buang kucing karna kucing meeupakan mahkluk kesayangan Nabi Muhammad SAW ia meminta untuk merawat kucing insaallah pasti ada imbalanya di akhirat nanti “ndak usah akhirat sebagai pengalaman dirinya mempunyai sakit kanker darah dan Alhamdulillah sampai sekarang 25 tahun masih sehat, mungkin doa-doa daripada kucing yang dirawatnya. “Pungkasnya Yadi, HaDin