Oknum DPRD Kota Mau Bayar Adat Pakai Rumah,Ditolak Oleh Pihak Keluarga

Pontianak.BorneOneTV– Kasus pelanggaran adat yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD kota Pontianak mendapat perhatian serius dari Badan Kehormatan Dewan Kota Pontianak dengan mengadakan audensi dengan pihak keluarga Yolanda dan temenggung adat suku dayak Suru, di ruang rapat bersama gedung DPRD kota Pontianak, di Jalan Sultan Abdurrahman,Sungai Bangkong, Pontianak,Kalimantan Barat (22/7).

Audensi dihadiri oleh Ketua Badan Kehormatan Dewan kota Pontianak, Ketua DPRD kota Pontianak, Ketua DAD Kota Pontianak, kausa hukum, orang tua dan pihak keluarga Yolanda.

Meskipun tidak dihadiri oleh pelaku penggaran adat anggota DPRD kota Pontianak, M.Yuli Armansyah, pertemuan terus berlanjut dan menghasilkan sebuah kesepakatan yang ditandatangani oleh pihak yang berkepentingan,diatas materai 6000.

Menurut orang tua Yolanda, Y Aloysius Rewa,” pihak M.Yuli Armansyah telah membuat surat pernyataan, menghormati sanksi hukum adat dan siap membayar sansi hukum adat sebesar Rp.476.018.400.

“Melalui Badan Kehormatan Dewan,Pihak M.Yuli Armasyah mengusulkan untuk membayar hukum adatnya dengan sebuah rumah bersertifikat hak milik, namun kami tolak. Karena kebiasaan pembayaran hukum adat itu menggunakan emas atau diganti dengan uang tunai. Jadi tidak bisa dibayar denganmenggunakan rumah,”kata orang tua Yolanda, Y. Aloysius Rewa.

Hasil dari audensi telah dibuat kesepakatan bersama antara kedua belah pihak,ditandatangi di atas materai 6000 dan disaksikan oleh temenggung dewan adat dayak kota Pontianak, temenggung dayak suruk, ketua dewan adat dayak kota Pontianak ketua badan kehormataan DPRD Kota Pontianak. H. Widodo,”Kata Y.Aloysius Rewa. (dr).