Kodam XII/Tpr Gelar Webinar Optimalisasi Pendisiplinan Protokol Kesehatan

 

Kuburaya,BorneoneTV.Com _Dalam rangka upaya  memberikan masukan bagi pemerintah untuk melakukan percepatan dan  langkah-langkah penanganan dan pencegahan Covid-19, Kodam XII/Tanjungpura menggelar web seminar (Webinar) tentang Optimalisasi Pendisiplinan Protokol Kesehatan guna Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Ruang Rapat Puskodalopsdam XII/Tpr, Kamis (23/7).

Webinar dibuka oleh Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad diikuti oleh Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., Waka Polda Kalbar, Brigjen Pol Imam Sugianto, Kasdam XII/Tpr, Brigjen TNI Djaka Budhi Utama serta Forkopimda lainnya.

Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengatakan, perkembangan kebijakan di tingkat pusat sudah berubah, dan saat ini masih menunggu bagaimana yang akan dilakukan oleh Gugus Tugas termasuk didalamnya Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad).

“Namun demikian untuk sementara ini Kogasgabpad masih tetap kita laksanakan sambil menunggu petunjuk perintah lebih lanjut,” Kata Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad saat membuka seminar.

Dikatakannya, Kogasgabpad memiliki visi “melaksanakan percepatan dalam rangka penanganan Covid-19”.

Visi Kogasgabpad tersebut senantiasa
diimplementasikan melalui upaya peningkatan pencegahan terhadap penularan Covid-19 di wilayah Kalbar serta memberikan saran dan masukan kepada pemerintah dalam mendukung proses
percepatan mengatasi permasalahan akibat dampak Covid-19.

“Adapun tujuan dilaksanakannya Webinarini yaitu, untuk memberikan pengetahuan akan kesadaran masyarakat tentang bahaya Covid-19 dan memutus mata rantai penyebarannya di wilayah Kodam XII/Tpr. Selain itu akan tersaring saran dan masukan yang menjadi rekomendasi
dalam penanggulangan pandemi Covid-19,” tegasnya.

Dikatakannya, webinar merupakan salah satu upaya nyata dan bentuk kepedulian untuk mencari masukan, saran dan menambah wawasan bagi peserta Webinar serta mendiskusikan permasalahan yang berpotensi menimbulkan dampak negatif yang berkepanjangan baik terhadap perorangan, kelompok ataupun istitusi lainnya.

“Hal tersebut tentunya sejalan dengan Keppres No. 9 Tahun 2020 tentang perubahan Keppres No. 7 Tahun 2020 tentang Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,sebagai instrument negara dalam penegakan disiplin protokol kesehatan yang harus dilaksanakan guna terciptanya kondisi yang kondusif,” katanya.

Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji menyampaikan, perkembangan kasus Covid-19 di Provinsi Kalbar sudah mengalami penurunan. Kondisi saat ini tingkat kesembuhan sudah mencapai 98 persen.

“Kondisi ini perlu dijaga untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah optimalisasi operasi pendisiplinan. Untuk itu kami mendukung upaya Kodam XII/Tpr untuk melaksanakan optimalisasi pendisiplinan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, operasi pendisiplinan ini akan dilakukan diseluruh Kalimantan Barat. Apabila masyarakat yang tidak menggunakan masker akan langsung dilakukan swab. Apabila ditemukan dua kali tidak menggunakan masker Ia ingin dilakukan isolasi langsung selama 1 hari sampai satu minggu untuk memberikan efek jera.

“Kondisi saat ini harus betul kita jaga. Operasi pendisiplinan ini kalau perlu kita percepat,” pinta Gubernur Kalbar.

Sedangkan Waka Polda Kalbar, Brigjen Pol Imam Sugianto menyampaikan agar pendisiplinan protokol kesehatan kepada masyarakat di Kalbar dapat berjalan maksimal, kegiatannya harus dilakukan secara bersama – sama.

“Kita harus satu persepsi, satu nafas secara masif dan serentak kita sama-sama bergerak sehingga kegiatan yang kita lakukan nampak dalam upaya mendisiplinkan masyarakat,” ucapnya.

Dekan Fakultas Kedokteran Untan, Dr Muhammad Asroruddin, SP.M saat menjadi nara sumber menyampaikan, sebagai akademisi, Untan sudah aktif dalam penanganan Covid-19 melalui rumah sakit dan laboratorium. Untuk itu sangat mendukung Kodam XII/Tpr dan stake holder lainya untuk melaksanakan operasi pendisiplinan masyarakat.

Sedangkan Asops Kasdam XII/Tpr, Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto, S.I.P., menyampaikan, untuk mendisiplinkan masyarakat Kodam akan melaksanakan strategi yang sifatnya masif yaitu akan mengoptimalkan peran pentahelix dari unsur akademisi, pemda, media dan