Pemprov Kalbar Siapkan Inovatif Penyiapan Tenaga Kerja Lulusan SMK dan Sederajat.

Pontianak ,BorneoneTV.Com_ Gubernur Kalbar H Sutarmidji sangat mengapresiasi terselenggaranya seminar ini sehingga dapat mampu memberikan kontribusi yang sangat baik bagi dunia pendidikan di Kalbar, terutama dengan hadirnya pemateri dari Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri, Ditjen Vokasi, Kemendikbud RI Jakarta, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. Kalbar, Ketua Komisi V DPRD Prov. Kalbar dan Ketua Kadin Kalbar.

“Pemprov Kalbar akan menyiapkan beberapa terobosan Inovatif Penyerapan Tenaga Kerja tamatan SMK dan Sederajat,” kata Gubernur Kalbar dalam sambutan yang disampaikan Kepala Dinas ESDM Kalbar Dr Syarif Kamaruzaman, M.Si saat mewakili Gubernur Kalbar Hadir dalam Acara Seminar yang diselenggarakan Dewan Pendidikan Provinsi Kalbar melalui Video Conference di Ruang Audiovisual Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (22/07).

Dikatakannya, ada beberapa terobosan Pemprov. Kalbar dilakukan terhadap Tamatan/lulusan SMK dan Sederajat yaitu: menyediakan apa yang dibutuhkan dunia kerja, Pendidikan Berbasis Ganda dimana sekolah dan Industri bekerjasama mendidik tenaga kerja dengan berbagai pola, Model Pengajaran Berbasis Kompetensi, Mata Pelajaran yang diajarkan perkompetensi dan mengacu pada kerangka kerja yang diterbitkan oleh Departemen Tenaga Kerja.

Kemudian, Berbasis luas tidak hanya menunjuk pada pemberian dasar-dasar kejuruan yang lebih lebar, agar tamatan dapat bergerak secara leluasa dari satu keahlian ke keahlian lainnya dalam satu bidang yang sama, Sistem yang luwes, Menteri Pendidikan menggagas merdeka belajar untuk memberikan keluwesan dan fleksibelitas bagi sekolah, guru dan industri untuk mengolah dan melaksanakan proses pembelajaran disekolah dan perguruan tinggi.

“Mengakui kompetensi dari mana saja baik formal maupun non-formal seperti tenaga yang berpengalaman dan tenaga yang terlatih, internet maupun manual,” jelasnya.

Mengintegrasikan Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan Secara Terpadu dengan sistem berkelanjutan yaitu pengembangan lebih lanjut pada kemampuan manusia setelah masuk ke dalam pekerjaan atau kegiatan sukarela.

Manajemen Berbasis Sekolah yaitu sekolah secara personal mengelola bantuan melalui Bantuan Langsung dan Bantuan Swakelola Subsidi Pemerintah Pusat, Pendidikan secara mandiri dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi dan dibantu dengan subsidi dari Pemerintah Pusat.

“Dukungan Pemprov Kalbar terhadap SMK yaitu sudah merupakan program visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur kalbar periode 2018-2023 bahwa ingin mendirikan SMK unggulan yang modern dan kekinian Kabupaten/Kota se Kalbar,” ujarnya.

Disamping itu, Pemprov Kalbar juga memberikan bantuan kepada seluruh siswa SMK se Kalbar yaitu sekolah gratis untuk SMK Negeri dan beasiswa untuk Swasta.

Dukungan selanjutnya memberikan bantuan peralatan kepada SMK se Kalbar dengan memberikan bantuan perlengkapan untuk siswa kurang mampu, dan juga memberikan bantuan ruang praktek siswa dan ruang kelas baru bagi SMK se Kalbar.

Selanjutnya, memberikan kemudahan penambahan dan pengembangan pembukaan kompetisi keahlian baru di SMK -SMK se Kalimantan Barat sesuai dengan kebutuhan industri.

Ada usul atau gagasan yang disampaikan Gubernur bahwa lama pendidikan SMK hanya dua tahun secara formal mungkin klasikal namun lebih banyak kepada yang bersifat praktek-praktek dilapangan sehingga secara konfrehensif mereka mampu antara teori dan praktek dipaduserasikan sehingga dapat memberikan ruang untuk pembelajaran dimasyarakat dan juga bisa diterapkan dalam implementasi pekerjaannya sehari-hari.

“Untuk tahun ketiga ujian di lembaga sertifikasi” jelasnya.

Pemprov Kalbar pada saat ini sudah selesai design untuk mewujudkan Pembangunan Pusat Sertifikasi Keahlian dengan harapan bahwa bagaimana antara formal dan Informal ini bisa dipadukan sehingga memang diharapkan kita memiliki tenaga-tenaga yang cukup terlatih, memiliki kemampuan skill yang dibutuhkan sesuai dengan bidang kejuruan sehingga bisa diserap oleh tenaga kerja tentu.

Tidak lupa akan berdampak kepada gaji yang diharapkan mampu mendongkrak terkait dengan indikator makro pembangunan yaitu meningkatnya pertumbuhan ekonomi, bisa mengurangi pengangguran dan juga bisa mengurangi angka kemiskinan dan mampu memberikan kontribusi yang positif terhadap Indeks Pembangunan Manusia yaitu antar harapan hidup dan lama belajar sehingga akan berdampak kepada pendapatan perkapita masyarakat Kalbar. (Lay).