Pernikahan Diam-diam Oknum Anggota DPRD kota Berbuntut Panjang

Pontianak -BorneoneTV.Com _  Pernikahan diam-diam yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD Kota Pontianak, M. Yuli Armansyah dengan Yolanda berbuntut panjang, setelah tidak ada titik temu dalam sidang mediasi yang difasilitasi oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Pontianak,pada (28/7/2020).

Orang tua Yolanda dan Tumenggung Adat Dayak Suruk menolak pembayaran adat menggunakan satu unit rumah dan uang sebesar Rp20 juta yang ditawarkan oleh M.Yuli Armansyah.

Tumenggung Adat Dayak Suruk,A.Hudang,”pihaknya tidak bermaksud untuk menolak etika baik dari M.Yuli Armansyah yang akan membayar sanksi adat menggunakan satu unit rumah dan uang sebesar Rp20 juta, karena seharusnya pembayaran sanksi adat itu harus menggunakan uang ataupun dengan emas murni. Jadi bukan dibayar pakai rumah,”ucapnya.

Menurut Tumenggung Adat Dayak Suruk,A.Hudang,”pihaknya merasa kecewa. “saya merasa masyarakat kami, sampai adat kami telah dipermainkan. Untuk itu kami akan melanjutkannya keproses hukum negara, karena proses hukum adat telah ditetapkan,diputuskan tetapi tidak dihargai,”ujarnya.

Orang tua Yolanda, Aloysius mengatakan, pihaknya menolak pembayaran sanksi adat dengan menggunakan rumah, karena pembayaran adat seharusnya dibayar dengan menggunakan uang ataupun emas.

“Selain itu, rumah yang dijadikan alat untuk membayar sanksi nilainya juga tidak sesuai yang disampaikan oleh M.Yuli Armansyah dan juga bukan atas nama yang bersangkutan. Nilai rumahnya juga tidak mencukupi untuk pembayaran sanksi adat, paling tinggi nilainya berkisar 120 juta rupiah, sedangkan baiaya ritual adat sendiri membutuhkan anggaran dana yang cukup besar,”ucapnya.(dr).