PT. Matahari Jaya Sejahtera harus Bertanggung Jawab, diduga Pangkalan Mahyan Gas Nakal, Jual di atas Harga Ketentuan Pemerintah

Sambas, Borneonetv.com– Disaat Pandemi Covid – 19, kondisi serba sulit, Warga Desa Twi Mentibar Geruduk Pangkalan Mahyan Gas, diduga Menjual Harga diatas ketentuan Pemerintah, atau menjual diatas Harga Eceran Tertinggi ( Het), ( 24/ 7/2020) Malam hari.

Mahyan Gas merupakan pangkalan Elpiji 3 kg di bawah Agen Elpiji PT. Matahari Jaya Sejahtera.

Kades Desa Twi Mentibar, Arisugiatno Saat dikonfirmasi awak Media dikediaman nya, membenarkan terjadi keributan warga dangan pemilik pangkalan Mahyan Gas (Sofianadi), yang Merupakan Pangkalan dibawah Agen PT. Matahari Jaya Sejahtera.

Arisugiatno menambah kan, Pemilik pangkalan Mahyan Gas, Sofianadi mengakui bahwa Elpiji 3 kg di jual Rp. 23.000/ pertabung. Pemilik pangkalan mengatakan bahwa Elpiji 3 kg seharga Rp. 23.000 sudah dibayar masyarakat dan itu sudah pesanan, Jelas Arisugiatno.

Kepala Desa Twi Mentibar, Arisugiatno mengatakan tidak mengetahui bahwa ada surat edaran dari Pemerintah Kabupaten Sambas kepada kades Untuk Pengawasan, saya tidak tahu secara persis Legalitas pemilik pangkalan Mahyan Gas, dan tidak ada datanya didesa, saya baru dapat informasi dari warga, Jelas, Arisugiatno.

Kades Desa Twi Mentibar, Arisugiatno

PT. Matahari Jaya Sejahtera harus bertindak, Ketika pangkalan Mahyan Gas terbukti melanggar aturan, menjatuhkan sanksi tegas. Karena Pangkalan elpiji subsidi 3 Kg menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sanksi tegas harus diberikan bagi pangkalan yang melanggar hingga Pemutusan Hubungan Usaha oleh Agen sebagai mitra Pertamina yang melakukan distribusi ke pangkalan-pangkalan resmi. Sanksi harus diambil karena pelanggaran yang dilakukan sangat memberatkan masyarakat yang seharusnya mendapatkan hak membeli Elpiji subsidi 3 Kg sebagai konsumen akhir. Masyarakat Desa Twi Mentibar berharap ada pengawasan dari agen, penindakan dari institusi maupun Instansi terkait.(Dedi Anggara)