Gubernur Kalbar Minta Sekolah Menerapkan Protokol Covid-19

Pontianak,BorneOneTV.com-Kalbar H Sutarmidji meminta kepada Sekolah-sekolah di Provinsi Kalbar agar dapat menerapkan Protokol Covid 19 dan menerapkan inovasi – inovasi sendiri dalam proses pembelajarannya.

“Saya minta kepada lembaga pendidikan di Kalbar agar Menerapkan Protokol Covid-19,” pinta H Sutarmidji, Selasa (4/8), saat memberikan arahan kepada sejumlah Kepala Sekolah sebelum dimulainya Proses Belajar Mengajar tatap muka di sekolah melalui daring di Ruang Data Analytic Kantor Gubernur.

Kemudian, dirinya juga meminta untuk Pastikan sekolah jenjang SMA, SMK, dan SMP yang mau mulai pembelajaran di sekolah diharapkan disterilkan dulu dengan menyemprot disinfektan, siapkan tempat cuci tangan.

“Kegiatan ekstra kurikuler jangan dulu, gunakan pilihan-pilihan dalam pembelajaran yaitu kombinasi antara tatap muka dan daring,” harapnya.

Mantan Wali Kota Pontianak juga mengharapkan kepada para Dewan guru agar dapat melakukan inovasi-inovasi dalam proses belajar mengajar. Jika ada kesulitan-kesulitan, maka harus koordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar supaya bisa ditangani.

Kemudian perlunya keseriusan dalam penanganan Covid 19 karena walaupun kondisi kalbar tingkat kesembuhannya perhari ini 95% lebih bukan berarti kita sudah bebas Covid 19, karena yang dikhawatirkan adalah banyaknya Orang tanpa gejala (OTG), dan adanya penderita dengan penyakit bawaan.

Gubernur Kalbar ingin buka sekolah tapi juga harus waspada, jangan sampai ketika sekolah dibuka menyebabkan ketidak disiplinan dalam menerapkan penanganan Covid 19.

Adapun sekolah yang diizinkan untuk penerapan pembelajaran adalah sekolah dengan daerah zona hijau dan tidak ada kasus Covid 19, sebagai percobaan untuk langkah awal pembelajaran hanya untuk kelas 3 (tiga) SMA/SMK dan SMP dulu .

“Sedangkan untuk SD jangan dulu karena imunitasnya tubuhnya masih rentan,” ungkapnya.

Dalam penanganan Covid 19, masih kata dia, sebetulnya yang paling penting adalah menjaga imunitas tubuh para guru, siswa dan siswi misalnya mengkonsumsi makanan bergizi setiap hari dan berjemur.

“Sebelum dimulai proses belajar mengajar secara tatap muka di sekolah maka semua guru-guru pengajar akan di test swap dan para siswa nantinya akan dilakukan rapid test secara bertahap,” ujarnya.

Sekarang masih proses percobaan persiapan dimulainya  pembelajaran tatap muka, untuk kepastian kapan akan dimulainya nanti Sekolah-sekolah akan disurati kembali oleh Pemprov Kalbar maupun Pemkot/Pemkab. (Lay).