Pledoi 4 Terdakwa Korupsi Jasindo 4,7 Ditolak JPU,Satu Terdakwa Dinilai JPU Berbohong

Sodang Korupsi Jasindo 4,7 M di PN tipikor Pontianak

Pontianak,BorneOneTV.com_Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), menggelar sidang lanjutan kasus korupsi  Jasindo  dengan agenda pembacaan replik di ruang sidang pengadilan Tipikor, Jalan Uray Bawadi Pontianak Kota, Senin (3/8/2020)

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Juliantoro menyatakan dalam nota pembelaan atau pledoi pada pokoknya mereka berperinsip perkara-perkara perdata artinya gugatan dimulai langkah wan   prestasi kemudian yang terakhir adanya Business Judgment Rule ( BJR ) kalau ada BJR apapun keputusan direksi dilindungi oleh teori BJR. “Ujarnya

Jawaban JPU atas nota pembelaan dari pengacara maupun terdakwa sudah disampaikan dari BJR berbeda, kecuali kontesk dalam pengambilan keputusan direksi sudah dilakukan untuk menempuh prinsip kehati-hatian ada itikad baiknya. tetapi dilihat dari fakta persidangan tidak sedemikian, bahwa hasil investigasi yang dilakukan oleh PT. Panduan Berkas Jaster sudah ketahuan ada manipulasi, mulai dari tuntutan polis pada pengajuan tanding area sampai dengan pencairan. “Kata Juliantoro

Ia juga menyatakan ” tidak mungkin ada BJR disitu karna niatnya sudah tidak baik, artinya tidak Noggetfeat”

Permohonan terdakwa Aseng dan tim kuasa hukum keputusannya ringan atau keputusan seadil-adilnya dari majelis hakim dengan melandaskan hal-hal meringankan bahwa Aseng mengklaim dirinya tidak pernah dipidana atau dijatuhi hukuman.

Menurut informasi bahwa terdakwa Aseng sudah melakukan tindak pidana dibidang kehutanan dan sudah ada putusannya. Bahkan terdakwa Aseng menjalaninya, lebih jelasnya langsung ke majelis hakim negeri Sintang yang mengetahui. “Kata Juliantoro

“Atas dasar itu tidak lagi berlaku bahwa yang dimohonkan keputusan seringan-ringannya tidak pernah pidana, nyatanya pernah dipidana”

Ia menyatakan tidak lagi menjadi alasan untuk menjatuhkan tindak pidana yang ringan karna terdakwa termohon alias Aseng terpidana. “Ujarnya JPU,kami tetap pada tuntutan  .

Ridho SH selaku Kuasa Hukum terdakwa Aseng, menambahkan pembacaan replik dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) kuasa hukum terdakwa tetap pada nota pembelaan baik secara lisan maupun tertulis, terkait keberatan-keberatan yang sudah dituangkan termasuk juga dalam nota pembelaan sudah dituangkan di pledoi

Keberatan perkara pidana terdakwa Aseng ia tidak mengetahui perkaranya dan tahun berapa perkaranya, ia juga hanya sebatas dalam perkara kasus Jasindo. “Pungkasnya/

Siding yang dipimpin ketua majelis hakim  Pengadilan Tipikor  Pontianak Iriana Sh  dilanjuutkan pada 10 agustus mendatang dengan agenda pembacaan putusan hukum masing masing terdawka  (tim )