Penumpang Positif Covid-19 Asal Jawa Timur Jadi Buronan Polisi Di Pontianak

Pontianak,BorneOneTV.com_Satu penumpang Citylink QG 420 asal Jombang Jawa Timur melarikan diri dari hotel Jeruju Pontianak saat hendak diisolasi setelah dinyatakan positif Covid-19 hasil pemeriksaan RT-PCR di RS Untan

Kapolresta Pontianak Kota Kombes Pol Komarudin menyatakan sebelumnya sudah melakukan komunikasi kepada Is borunan (Positif Covid-19) untuk dilakukan penjemputan dalam penanganan Isolasi lebih lanjut. “Ujar Komarudin ke awak media BorneOneTV.com. “Rabu, (5/8/2020)

Menurutnya, buronan (Positif Covid-19) berasal Jombang Jawa Timur sudah tidak kooperatif atau tidak beretika baik karna saat penjemputan sudah tidak ada di tempat dan HPnya dimatikan.

Berbagai upaya terus dilakukan berdasarkan informasi dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak sampai saat ini melakukan upaya-upaya untuk menemukan pelaku inisial Is buronan (Positif Covid-19)

Is buronan (Positif Covid-19) berpindah-pindah terus, sampai saat ini masyarakat sudah banyak mengetahui dari pemberitaan yang ada

Upaya dalam rangka menemukan pelaku buronan (positif Covid-19) untuk bisa tindak lanjuti sesuai protokol kesehatan.

Pihaknya sudah menghubungi keluarga, kerabat kondisi seperti ini tentunya menjadi ke khawatiran masyarakat Kal-Bar khususnya warga Kota Pontianak

“Masyarakat yang sudah mengetahui ada orang yang positif Covid-19 tetapi tidak dilakukan karantina sesuai protokol kesehatan.” Ujar Komarudin

Kapolresta Pontianak Kota meminta pelaku buronan (positif Covid-19) dan juga keluarga untuk kooperatif dengan petugas kesehatan untuk di tindak lanjuti dan dilakukan SWAB kembali

Ia meminta “Tidak perlu dikhwatirkan terhadap tindakan yang ia lakukan kepada pelaku Is buronan (Positif Covid-19)” Katanya

Selanjutnya manakala Is buronan (Positif Covid-19) tidak kooperatif bisa dijerat Tindak Pidana sesuai UUD nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan, sebagaimana juga diatur dalam pasal 93 “barang siapa yang tidak mematuhi protokol kesehatan atau tidak mematuhi kewajiban kekarantinaan kesehatan” maka bisa dijerat penjara selama 1 tahun atau denda 100 Juta Rupiah. “Pungkasnya HaDin