4 Terdakwa Korupsi PT. Jasindo yang Dituntut JPU 1tahun 7 Bulan, Divonis Bebas Oleh Majelis Hakim

Pontianak,BorneOneTV.com_Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor, menjatuhkan vonis bebas kepada ke empat terdakwa kasus korupsi PT. Jasindo 4.7 Miliyar, saat membacakan amar putusan di ruang sidang pengadilan negeri tipikor Jalan Uray Bawadi Pontianak, “Senin (10/8/2020)

Keempat terdakwa yaitu thomas, mantan kepala cabang PT. Asuransi Jasindo Pontaianak, Danang Suroso, kepala divisi klaim asuransi Jasindo pusat, Ricky Tri Wahyudi selaku Direktur teknik dan luar negeri asuransi Jasindo pusat, dan Sudianto alias Aseng, sekaligus pemilik PT. Pelayaran Bintang arwana kapuas armada

Dalam amar putusan Majelis Hakim mengungkapkan ke empat terdakwa tidak terbukti secara sah dalam melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan subsidair.” kata ketua majelis hakim.

Putusan tersebut bertolak belakang dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya, JPU Juliantoro menuntut masing-masing terdakwa agar dihukum kurungan penjara selama satu tahun tujuh bulan dengan denda sebesar Rp100 juta rupiah.

Ketua Majelis Hakim Riya Novita enggan saat akan diwawancarai sejumlah wartawan. “Semua sudah tertuang dalam pembacaan putusan. “Kata Riya

Begitu juga dengan pengganti JPU yang sebelumnya diketahui adalah Juliantoro namun pada saat persidangan putusan di ganti oleh Syahrul yang juga enggan mengomentari pertanyaan para media dengan alasan “Saya sebagai jaksa pengganti saya laporkan ke pimpinan apakah nanti kasasi atau tidak atas putusan ini,” kata jaksa pengganti Julintoro.

Ridho selaku penasehat hukum terdakwa Sudianto/ Aseng, mengatakan merasa putusan ini bermanfaat memliki kepastian hukum dan tentunya majelis hakim dalam memutuskan perkara kasus korupsi PT. Jasindo sesuai fakta persidangan dan bukti-bukti.”Katanya

Budi selaku (Komisi Yudisial), menilai memang dari awal proses persidangan berjalan dengan lancar tidak ada hambatan, namun ada beberapa kali penundaan sidang

“Nah ini sudah diputuskan walaupun belum selesai tapi ini perkara split artinya kalau 1 dibebaskan yang lain juga ikut bebas begitu juga sebaliknya” Katanya

Ia tidak bisa prediksi diberikutnya apakah dihadapkan bersalah, akan tetapi dalam KUHP setiap bersalah Split yang lain akan mengikuti bersalah “Ujar Budi

Berkaitan perma No 1 Tahun 2020 yang di keluarkan oleh Mahkamah Agung RI untuk mendorong atau mensuport semua hakim teruma di Indonesia untuk tidak ragu lagi berkometmen dalam pemberantasan korupsi

Ia meninal dari kaca mata pribadi KY (Komisi Yudisial) memang summer, artinya meminta masyarakat apabila ada temuan indikasi oknum majelis hakim yang menangani perkara korupsi dalam tanda kutip bermain mata, ia juga menantang untuk membuat surat resmi ke Komisi Yudisial dengan laporan sesuai dengan bukti dan tidak boleh berupa asumsi atau opini. “Kata Budi

Dari sisi kometmen Majelis Hakim memang sesuai dengan harapan masyarakat, akan tetapi dalam persidangan putusan kasus korupsi Jasindo, ia masih bertanda tanya, melihat dari awal bukti dan saksi-saksi dari JPU memang di hadirkan, akan tetapi Majelis Hakim mempunyai wewenang tersendiri dalam mengambil putusan dan memberi vonis kepada terdakwa, ia juga menilai kasus ini belum final.

Dengan di vonisnya bebas, Ia berharap JPU wajib kasasi karna masih ada waktu 7 hari untuk kasasi dari JPU. Tetapi kalau JPU tidak melakukan kasasi, perlu ditanda tanya besar oleh publik, apakah ada tekanan ataupun ada hal-hal yang tidak baik dalam penanganan perkara korupsi PT Jasindo. “Pungkasnya Ti