Mantan Oknum Anggota Polisi Dilaporkan Ke Ditreskrimum Polda Kalbar Dugaan Kasus Pegelapan dan Penipuan

Pontianak.BornoOneTV– Mantan oknum anggota Kepolisian HU (46) dilaporkan ke Ditreskrimum Polda Kalbar oleh Tim Kuasa Hukum Jasmin Sibarani, atas dugaan kasus penipuan dan pengelapan uang tunai senilai 275 juta rupiah,Selasa,(18/8/2020).

Menurut Jasmin Sibarani,Kasus dugaan pengelapan dan penipuan tersebut terjadi sejak tanggal 16 Januari tahun 2016 lalu. Dimana saat itu HU (46) yang merupakan kontraktor perumahan datang bersama rekan-rekannya kerumah, meminta bantuan untuk memakai uang milik saya sebanyak 220 juta rupiah untuk keperluan kelancaran pekerjaannya dan akan dikembalikan dalam waktu 3 bulan, pada bulan Maret 2016 dengan jaminan sertifikat serta cek senilai 220 juta rupiah.

Namun setelah 3 bulan berlalu, pada bulan Maret 2016 HU (46) tidak mengembalikan uang yang dipakainya, HU malah memohon kepada saya untuk bisa membantunya kembali sebanyak 55 juta rupiah dan saya penuhi. Cek yang diberikanya senilai 220 juta rupiah ditarik dan digantikan dengan cek baru sebanyak uang yang telah dipakainya sebanyak 275 juta rupiah. Dan dia berjanji akan mengembalikan pada bulan Juni tahun 2016,”kata Jasmin Sebarani saat menceritakan kronologis kejadianya kepada awak media,pada (18/8/2020).

Ia menambahkan, setelah waktu yang dijanjikan ternyata HU (46) tidak juga mengembalikan uang yang dipakainya. Dan pada saat saya hendak memcairkan cek yang diberikan senilai 275 juta rupiah, HU melarang dengan alasan dirinya tidak memiliki saldo di bank sebanyak cek tersebut. Kemudian HU memberikan cek tunai senilai 70 juta rupiah untuk dicairkan. Namun ketika hendak dicairkan,ternyata tidak bisa karena ceknya kosong. Dan yang bersangkutan saat ini terkesan mengelak dan sulit untuk hubungi,”ujar Jasmin Sebarani.

Ketua Tim Kuasa Hukum Jasmin Sebarani, Zahirman.SH dkk mengatakan,”kasus tersebut merupakan tindak pidana penipuan dan pengelapan terhadap kliennya. Sebab, dana tersebut dalam kwitansinya juga merupakan uang titipan sementara yang harus dikembalikan sesuai perjanjiannya. Namun sudah beberapa tahun, hingga sampai saat ini belum juga ada itikad baik yang bersangkutan untuk mengembalikan dananya. Dan yang bersangkutan, HU (46) juga memberikan jaminan sertifikat atas nama orang lain serta memberikan beberapa lembar cek untuk dicairkan yang ternyata Cek kosong. Jadi ini jelas merupakan kasus pengelapan dan penipuan,”Kata Jahirman,SH.

Dan pihaknya sudah melaporkan kasus tersebut ke Ditreskrimum Polda Kalbar dan ditindaklanjuti,”ujarnya. (Dodi).