Belum Tercatat Negara, 150 Pasangan Kawin Catatkan Perkawinan di Disdukcapil

Pontianak,BorneOneTV.com-Sebanyak 150 pasangan perkawinan yang belum tercatat oleh Negara, karena suatu perkawinan belum dapat diakui keabsahannya jika tidak dicatatkan.

Pencatatan itu untuk tertib administrasi, memberikan kepastian hukum bagi status hukum suami, istri, dan anaknya.

Pencatatan ini harus memenuhi syarat dan prosedur dalam UU Perkawinan, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dissukcapil) Kota Pontianak bekerjasama dengan Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kota Pontianak serta didukung Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak dan Matakin Kalbar melangsungkan pencatatan perkawinan di Sekretariat MATAKIN Kalbar.

“Data di Disdukcapil Kota Pontianak atau di Administrasi Kependudukan ada 370.720 pasangan yang belum miliki Akta Perkawinan,” kata Kadis Dukcapil Kota Pontianak Erma Suryani, S.Sos,M.Si saat membuka Acara Pencatatan Akta Perkawinan secara Kolektif bagi Umat Khonghucu di Kota Pontianak di Sekretariat MATAKIN Kalbar, Rabu (19/8).

Sementara, pasangan Kawin Tercatat di Kota Pontianak yang memiliki Akta Kawin sebanyak 270.024 pasangan.

“Saat ini, Kawin Belum Tercatat di Kota Pontianak ini mencapai 71,16 persen. Jadi masih banyak yang belum tercatat. Kita inginkan data ini bisa capai 90 persen atau kalau bisa 100 persen,” ujarnya.

Pencatatan Akta Perkawinan secara Kolektif bagi Umat Khonghucu di Kota Pontianak juga menerapkan Protokol Kesehatan bagi Pasangan Kawin yang mencatatkan Perkawinannnya.

Acara ini dihadiri langsung oleh Kadis Dukcapil Kota Pontianak Erma Suryani, S.Sos, M.Si, Penyelenggara Agama Khonghucu Kemenag Kota Pontianak, Fakhmi Afero, SE, MM, Ketua MATAKIN Kalbar, Sutadi, SH, Tokoh Masyarakat Tionghoa Kalbar, Yo Nguan Cua, Ketua MAKIN Kota Pontianak, Tjhin Djie Sen, Ketua MAKIN Kubu Raya, Liau Lip Tie, Budayawan MABT Kalbar, Suryanto, B.Sc,SH.

Dikatakannya, saat ini, pasangan yang melakukan Pencatatan Perkawinan secara massal/Kolektif sebanyak 150 pasangan namun dikarenakan harus memakai protokol Kesehatan, sehingga Disdukcapil Kota Pontianak hanya menerima 24 pasangan kawin untuk dicatatkan Perkawinannnya.

“Ada 150 pasangan yang mendaftar, kita layani 24 pasangan dan sisa pasangan yang akan dicatatkan akan menyusul seasuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Panitia,” ingatnya.

Biasanya, masih kata Kadis Dukcapil Kota Pontianak, perkawinan yang dilaksanakan secara agama maupun adat, dan pasangan kawin belum melaporkan/mencatatkan perkawinannya di Disdukcapil Kota Pontianak.

“Kemungkinan ini diaebabkan minimnya informasi atau sosialisasi yang kurang dari kami untuk masyarakat,” pesannya.

Penyelenggara Agama Khonghucu, Kemenag Kota Pontianak, Fakhmi Afero menyambut baik Acara Pencatatan Akta Perkawinan secara Kolektif bagi Umat Khonghucu di Kota Pontianak.

“Kami menyambut baik baik Acara Pencatatan Akta Perkawinan secara Kolektif bagi Umat Khonghucu di Kota Pontianak,” ucap Fakhmi Afero.

Ketua MAKIN Kota Pontianak, Tjhin Djie Sen berharap Pencatatan Akta Perkawinan secara Kolektif bagi Umat Khonghucu di Kota Pontianak dapat dilaksanakan secara bertahap.

Sementara, Ketua Panitia Penyelenggara, Jap Adi Sucipto menyampikan kegiatan ini merupakan acara perdana dan pertama se Indonesia di Kota Pontianak, Provinsi Kalbar.

“Ini catat kawin pertama se di Indonesia. Catat Akta Kawin langsung jadi,” kata Jap Adi Sucipto.

Selain itu, umat Khonghucu juga menyambut baik Pencatatan Akta Perkawinan secara Kolektif bagi Umat Khonghucu di Kota Pontianak.

Walaupun kuota penerimaan untuk pendaftaran sudah ditutup, namun, Panitia akan tetap menerima berkas umat Khonghucu untuk didaftarkan dan untuk periode selanjutnya.

“Kami harap, kerjasama dengan Disdukcapil ini akan terus berlanjut bukan hanya pada Akta Perkawinan tetapi juga Akta Lahir, Akta kemqatian, E-KTP, KK dan KIA,” harapnya.

Kemudian dalam verifikasi berkas 150 pasangan yang didaftarkan untuk dicatatkan di Disdukcapil Kota Pontianak, terdapat 1 pasangan tertua berusia 73 tahun dan pasangan termuda usia 21 Tahun. (Lay).