Kembali Terjadi Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Kapuas Sekadau

Sekadau, BorneOneTV.com – tiga hari lalu, warga dusun Sungai Ayak III, kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau, di hebohkan dengan tewasnya bocah 13 tahun inisial VCH tewas tenggelam di sungai Kapuas.

Namun kali ini kembali terjadi, di Dusun Tanjak Dait, Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau, warga di hebohkan dengan tewasnya bocah 9 Tahun inisial MI tewas tenggelam di Sungai Kapuas. Jumat (28/8).

Kapolres Sekadau, AKBP Marupa Sagala melalui Kapolsek Sekadau Hilir, IPTU Agus Junaidi menceritakan, sebelumnya anggota Polsek Sekadau Hilir mendapat Informasi dari warga melalui via telfon bahwa telah terjadi Peristiwa Laka Tenggelam di Sungai Kapuas yang berada di Dusun Tanjak Dait, Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, yang mengakibatkan Seorang Anak laki-laki meninggal dunia.

“Dari hasil penyidikan diketahui sekitar pukul: 06.30 Wib, korban ikut bersama-sama ibu dan neneknya pergi ke jamban untuk mencuci pakaian”. Pungkas IPTU Agus Junaidi

“Saat di jamban, korban bermain permainan lempar batu yang dililitkan menggunakan tali nilon, lalu batu itu dilempar ke Sungai Kapuas dan ditarik lagi. Korban yang kemudian disusul temannya terus bermain. Saat ibu dan neneknya kembali ke rumah”. Katanya

Lebih lanjut IPTU Agus Junaidi Mengungkapkan sekitar pukul 07.30 Wib, teman korban pulang ke rumah sambil menangis dan bercerita kepada ibunya bahwa korban tenggelam saat bermain. Sedangkan temannya tidak bisa menolong karena kurang pandai berenang. Seketika ibu teman korban itupun memberitahukan keluarga korban dan warga setempat untuk mencari korban di sungai Kapuas.

“Korban berhasil ditemukan sejauh 6 meter dari lanting tempatnya bermain. Diketahui sesaat sebelum korban tenggelam, tali nilon yang diikatkan ke batu tersebut melilit kaki dan tangan kanan korban, sehingga saat batu di lemparkan ke air, korban pun ikut tercebur”. Terang Kapolsek Sekadau Hilir IPTU Agus Junaidi.

Pihak keluarga menerima kematian korban sebagai musibah dan korban selanjutnya dimakamkan pada hari yang sama. (Krisantus)