Gubernur Kalbar Minta Pihak Sekolah Yang Bukan Daerah Zona Merah Evaluasi Belajar Tatap Muka

Pontianak,BorneOneTV_Gubernur Kalbar H Sutarmidji angkat bicara terkait simulasi pembelajaran tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan oleh Sekolah Menegah Atas (SMA) Negeri 1 Pontianak.

“Saya minta, seluruh pihak sekolah yang tidak berada di zona merah untuk dilakukan evaluasi pembelajaran tatap muka ini,” pinta H Sutarmidji, usai video confference Evaluasi Akuntabilitas Kinerja di Data Analityc Room, Senin (31/8).

Gubernur juga berharap dari masing-masing daerah yang bukan zona merah untuk melakukan evaluasi terlebih dahulu dan satu-satu dulu lah. “Kita liat bagaimana tingkat displin guru dan anak murid, kan yang menyelenggarakan sekolah. Kita liat hari dan besok,” jelasnya.

Rencananya juga dalam waktu dekat, Gubernur Kalbar H. Sutarmidji akan melakukan peninjau langsung ke sekolah-sekolah yang akan melakukan tatap muka untuk melihat kesiapan pihak sekolah.

“Saya minta sekolah evaluasi dulu, kemungkinan besok saya akan ke sekolah liatnya,” tuturnya.

Dirinya pun berharap, pihak sekolah harus selalu berinovasi di tengah Pandemi Covid-19 yang melanda ini untuk keamanan siswa-siswi dalam proses belajar mengajar.

“Contohnya yang masuk itu kelas XII misalnya ada 300 siswa bagaimana 100 orang masuknya misalnya jam 7 pagi, sudah itu 100 yang lainnya masuk jam 7.30 pagi dan sisanya masuk jam 8 pagi, pulangnya juga begitu polanya kita selisihkan setengah jam sehingga tidak ada penumpukan di sekolah,” katanya.

Gubernur Kalbar H. Sutarmidji juga akan meminta instansi terkait untuk melakukan rapid tes ke sekolah yang melakukan tatap muka dengan syarat harus menerapkan protokol kesehatan agar bisa menekan penularan Covid-19.

“Nanti kita akan rapid tes seluruh sekolah kepada seluruh siswa dan seluruh guru yang sekolah kalo dinilai aman maka, kelas XI di sekolah itu disuruh masuk dan di rapid tes juga, kalo aman juga kelas X disuruh masuk penerapannya sama di tes,” ujarnya.

“Dalam seminggu atau dua minggu kita tes, liat ada tidak keterjangkitan, kalo tidak ada artinya protap protokol kesehatannya berjalan kalo tidak protapnya tidak berjalan dan tidak boleh belajar,” tegasnya. (Lay).