Berikut Alasan 18 Pengurus Partai Demokrat Sekadau Mengundurkan Diri

Sekadau, BorneOneTV.com – Sekadau – Angin tidak sedap menerpa Partai Demokrat pada pilkada Sekadau 2020 lantaran Sebanyak 18 pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Sekadau, mengundurkan diri dari kepengurusan partai.

Lantas, apa alasan mereka mengundurkan diri?

Yohanes Anes mengatakan, dari awal dirinya sebagai salah satu pengurus Partai Demokrat sepakat mengusung pasangan calon yang juga diusung PDI-Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura, Partai Pan, Partai Perindo, PPP, Partai PSI, dan Partai Berkarya, yakni Rupinus-Aloysius (RA) di Pilkada Sekadau 2020.

Tetapi, rekomendasi DPP Partai Demokrat justru bukan ke Rupinus – Aloysius (RA), melainkan ke Pasangan Aron-Subandrio (PAS).

“Biasanya untuk menentukan mengusung siapa di Pilkada mestinya melibatkan pengurus untuk pleno dulu di tingkat DPC. Namun Pilkada kali ini tidak ada. Saya selaku pengurus tak pernah tahu. Maka saya dan kawan kawan mengundurkan diri,” kata Yohanes Anes saat dihubungi. Kamis (3/9) Malam.

Yohanes Anes mengatakan, ia menerima kabar dari salah satu media online terkait surat rekomendasi dukungan pasangan calon dari DPP melalui DPD Partai Demokrat.

“Saya baca dari media online bahwa Partai Demokrat mengusung Aron-Subandrio. Saya juga bertanya, tidak ada pleno atau mendengar usulan dari bawah dalam menentukan figur yang diusung. Tiba tiba sudah turun Rekom, ” ujar dia.

Mengetahui surat rekomendasi Partai Demokrat dari salah satu media online yang diusung DPP tidak sesuai yang diharapkan, kemudian dirinya memutuskan mengundurkan diri dari kepengurusan sekaligus dari Partai Demokrat.

“Tadi malam saya kumpulkan kawan-kawan (pengurus) lainya. Yang jelas saya pribadi mengundurkan diri dari kepengurusan partai. Dan beberapa orang kawan-kawan (pengurus) juga mundur dari pengurusan. Jadi Total yang mengundurkan diri 18 orang,” kata dia

Yohanes Anes menjelaskan, pertimbangan dirinya mengusung RA pada Pilkada Sekadau 2020 karena ingin proses demokrasi lima tahunan tersebut berlangsung dengan baik.

Pertimbangan lain adalah agar apa yang sudah di kerjakan RA selama Periode pertama yang menuai banyak penghargaan baik dari pusat maupun daerah tetap berlanjut untuk lima tahun ke depan agar kabupate Sekadau lebih maju.

Yohanes Anes menilai, politik yang di bangun Oleh kawan-kawan pengurus Partai Demokrat di Kabupaten Sekadau rawan terhadap kepercayaan masyarakat Sekadau lantaran masyarakat kabupaten Sekadau telah mengantarkan untuk menjadi perwakilan Rakyat di provinsi Kalbar malah berbalik arah dengan menjanjikan masyarakat awam maju lagi sebagai Calon Bupati Sekadau.

“Saya menilai kawan-kawan pengurus partai Demokrat tingkat Kabupaten yang ada di kabupaten Sekadau ini, mendominasi sehingga pendapat saya selaku salah satu pengurus tidak di hargai ” kata Yohanes Anes .

Meski telah mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Demokrat, Yohanes Anes menyatakan tetap akan mendukung dan memenangkan pasangan calon RA pada Pilkada Sekadau 2020 melalui gerbong relawan.

“Saya akan tetap mendukung RA dari luar partai. Untuk sekarang saja saya dipercaya menjadi salah satu ketua Relawan, yaitu ketua Relawan Kamang dimana Relawan Kamang ini di bentuk kepengurusan nya, mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan, Desa, Dusun bahkan sampai ke RT yang siap memenangkan RA,” kata Yohanes Anes. (Krisantus)