PT. Meta Estetika Graha Dihukum Oleh Pengadilan Membuka Tanah Urugkan Yang Menutupi Lahan dan Kolam Ikan Warga

Pontianak.BorneOneTV- PT. Aulia Reza dan PT. Meta Estetika Graha, yang beralamat di Jalan Arteri Supadio, Kabupaten Kubu Raya digugat atas perbuatan melawan hukum, membuang tanah bongkaran pembangunan jalan akses jembatan Tayan ke lahan milik warga Desa Pebaok, Kecamatan Tayan Hilir, Djunaidi H. Ibrahim yang terjadi beberapa tahun yang lalu.

Peristiwa tersebut terjadi sejak dibangunnya proyek Jembatan Tanyan pada tahun 2012 lalu, yang diikuti dengan dibukanya akses jalan menuju ke Jembatan Tayan yang melintasi lahan milik warga, Djunaidi H. Ibrahim.

Kuasa Hukum Djuanidi H. Ibrahim, Tatang Suryadi, SH mengatakan,” kliennya sebagai pengugat, Djuanaidi H. Ibrahim memiliki lahan dekat ke jembatan Tayan, sekitar 50 meter dari jembatan Tayan. Dan pada saat pekerjaan akses jalan menuju Jembatan Tayan yang dilakukan oleh para tergugat, yakni kontraktornya Samsul Rizal dari PT. Aulia Reza dan PT. Meta Estetika Graha, urukan-urukan bongkaran tanahnya masuk ke lahan milik Djunaidi H. Ibrahim.

“Dan dilahan tersebut, ada delapan kolam ikan milik Djuanidi H. Ibrahim yang juga ikut tertimbun, serta menyebabkan tekstur tanahnya menjadi tidak produktif lagi, rusak akibat tertimbun tanah urugkan,”ujar Tatang Suryadi, SH dalam wawancaranya pada, (6/9/2020).

Menurut Tatang Suryadi, kliennya sudah beberapa kali mengajak pihak perusahaan untuk melakukan musyawarah untuk mencari solusi terkait permasalahan tersebut, namun pihak perusahaan selalu berjaji, sampai pada akhirnya kliennya melakukan gugatan atas perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Sanggau dengan tuntutan pihak perusahaan harus mengembalikan kondisi lahannya seperti semula.

Dengan proses hukum yang berjalan cukup lama, akhirnya pihak Pengadilan Negeri Sanggau mengabulkan permohonan Pengugat, dengan nomor perkara 20/Pdt.G/2019/PN Sag, atas tergugatnya I Syamsul Rizal dari dari PT. Aulia Reza dan tergugat II PT. Meta Estetika Graha dengan putusan, menolak eksepsi tergugat I dan II untuk seluruhnya, serta mengabulkan guggatan penguggat untuk sebagian.

Dalam putusan tersebut, terguggat I dan terguggat II dinyatakan telah melakukan perbuatan melawan hukum yang telah menimbulkan kerugian bagi si pengunggat, atas kerusakan lahan milik penguggat.

Kuasa Hukum Penguggat, Tatang Suryadi, SH mengatakan, atas putusan tersebut, pihak perusahaan di hukum untuk segera memperpaiki dan mengembalikan kondisi lahan milik klienya serta membuka tanah pada kolam-kolam kolam ikan milik kliennya yang telah tertimbun.

“Selain itu, terguggat I dan II juga secra tanggung renteng untuk membayar uang paksa sebesar 300 ribu rupiah setiap hari keterlambatan dalam melaksanakan putusannya setelah berkekuatan hukum tetap,” ujar Tatang Suryadi, SH. (Dodi).