Sertijab Kepala Kantor KSOP Kelas II Pontianak, Berlangsung Sesuai Dengan Protokol Kesehatan

Pontinak.BorneOneTV– Serah terima jabatan (Setrijab) Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Pontianak, dari pejabat lama Stanislaus Wembly Wetik kepada pejabat baru R.Totok Mukarto dilakukan dengan menggunakan Protokol Kesehatan, di Kantor KSOP Pontianak, Jalan Rahadi Usman, Kota Pontianak, Senin (7/9/2020).

Sertijab tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat, Direskrimsus Polda Kalbar, Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Pontianak, KepalaDistrik navigasi kelas III Pontianak, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Pontianak, kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Pontianak, Kapolsek kawasan Pelabuhan Dwikora Pontianak, Kepala Kantor KSOP kelas IV Sintete dan Ketapang, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan kelas III Teluk Melano, Kendawangan, Polo dan Padang Tikar, Direktur Teknik PT Pelindo II (Persero), GM PT Pelindo II (Persero) Cabang Pontianak, GM ASDP Cabang Pontianak, PT Indo Container Sarana Pontianak, Ketua DPW APBMI Provinsi Kalimantan Barat ketua, DPW ALFI/ILFA Provinsi Kalimantan Barat, Ketua DPC Insan Pontianak, ketua DPC Perla Pontianak, Ketua Koperasi TKBM Jasa Karya Pelabuhan Pontianak, Direktur PT Marlin Kapuas Bahari Pontianak, Group Head of BasDev, System, serta Corp Semen Indonesia (Persero) Tbk Gresik.

Kepala Kantor KSOP Kelas II Pontianak, R.Totok Mukarto mengatakan, dengan adanya pandemi covid-19, semua sektor pastinya mengalami suatu kendala atau hambatan. Namun, hambatan tersebut bukan dalam arti kita menyerah kita akan berusaha untuk memaksimalkan potensi potensi diantara kendala tersebut.

“Tujuan dari pemerintah adalah terciptanya poros maritim dunia, Indonesia sebagai poros maritim dunia. Kita Kalimantan Barat dalam hal ini adalah pelabuhan Pontianak memiliki potensi yang sangat besar di bidang maritim, karena itu kami berharap adanya satu kebersamaan antara kami dengan stakeholder serta dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama berupaya memanfaatkan Pelabuhan atau kemaritiman di wilayah Kalimantan Barat guna meningkatkan perekonomian, baik di pusat maupun perekonomian daerah,”ujar R. Totok Mukarto.

Menurut Totok Murkato, kedepan pihaknya akan menerapkan satu sistem JIS (Geographic Information System) dengan mengupayakan adanya Control Room di kantor KSOP, yang akan diintegrasikan dengan pelabuhan-pelabuhan berbasis Geographic Information System, yang dapat kita lihat secara cara Real Time sehingga kita dapat melihat segala sesuatu kegiatan di tempat yang jauh melalui program tersebut.

“Namun setelah kami mengkaji, dikarenakan persoalan yang lain, seperti jaringan internet dan lain sebagainya, sekarang sedang kami coba untuk mengurai persoalan persoalan atau kendala yang ada,”ucap Totok Mukarto. (Dodi).