Tiga Sawmil  Digerebek Oleh Tim Gabungan KLHK dan Polda Riau

 

Pekanbaru.BorneOneTV_Tiga sawmill penampung kayu ilegal yang beroperasi di Desa Tuah Indrapura Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak, Provinsi Riau digerebek oleh Tim Gabungan Ditjen Gakkum LHK, Balai Besar KSDA Riau dan Polda Riau,(8/9/2020).

Sebanyak ±17 m3 kayu jenis meranti dan kayu campuran berhasil diamankan. Selain itu, 3 (tiga) set mesin pengolah kayu beserta 6 (enam) gergaji belah dan 4 (empat) alat angkut kayu juga ikut diamakan.

Operasi dilakukan, menindaklanjuti informasi masyarakat tentang pembalakan liar dan pengolahan
kayu ilegal yang berasal dari kawasan Suaka Margasatwa (SM) Giam Siak Kecil. SM GIam
Siak Kecil kawasan konservasi penting bagi Indonesia dan dunia karena merupakan bagian
dari Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu yang telah ditetapkan oleh UNESCO dan merupakan Cagar Biosfer dengan karakteristik gambut yang sangat rawan kebakaran hutan.

Operasi dimulai pada tanggal 29 Agustus 2020 dan berlangsung selama 8 hari.Dan untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut barang bukti Kayu yang ditemukan beserta mesin pengolah kayu diamankan oleh Tim Opsgab ke Kantor Bidang KSDA Wilayah II BBKSDA Riau.

Sustyo Iriyono, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan KLHK mengatakan, bahwa
kegiatan operasi ini merupakan upaya penyelamatan SDA di wilayah Prov. Riau, karena lokasi operasi merupakan ekosistem gambut dan habitat Harimau yang sangat rawan aktifitas ilegal berupa pembalakan liar dan karhutla.

“Kami berkomitmen untuk memerangi upaya perusakan kawasan hutan khususnya kawasan konservasi di Prov. Riau, tahun lalu
kami lakukan operasi di SM Kerumutan, saat ini di SM Giam Siak Kecil dan ke depan kami
akan terus melakukan operasi-operasi untukpenyelamatan SDA di Prov. Riau”,ujar Sustyo Iriyono.

Sedangkan Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, menambahkan bahwa harapan terakhir keutuhan ekosistem hutan beserta sumber daya hayatinya di Prov. Riau adalah kelestarian kawasan konservasi.

“Selain upaya penegakan hukum, kami juga telah melakukan
pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan untuk turut serta dalam pelestarian kawasan konservasi melalui pengembangan potensi ekonomi yang ada seperti pengembangan wisata alam. Terkait penegakan hukum kami akan terus bersinergi dengan Ditjen Gakkum LHK dan aparat penegak hukum lain yaitu Kepolisian dan TNI”, ujar Suharyono.

Sementara itu Dirjen Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani, menegaskan bahwa perusakan hutan seperti pembalakan liar, perambahan dan pembakaran hutan adalah kejahatan yang luar biasa menimbulkan kerugian baik ekonomi maupun bencana ekologi. Untuk itu pelaku kejahatan perusakan hutan harus dihukum seberat-beratnya, apalagi cukong atau pemodalnya.

“Jangan diberi ampun, mereka ini memperkaya diri, mengambil keuntungan, diatas kerugian negara dan penderitaan orang banyak”, tegas Rasio.

Rasio Sani menambahkan bahwa pihaknyatidak akan berhenti melakukan operasi penindakan seperti ini. “Sebagai bukti dalam kurun waktu lima tahun terakhir, Gakkum KLHK telah melakukan lebih dari 1.400 operasi penindakan terhadap kejahatan kehutanan
di berbagai lokasi di Indonesia”,ujar Rasio Sani.(Tim/Dodi).