Kajari : Pelanggar Protokol Kesehatan Bisa Dikenakan Dipidana.

Sanggau,BorneOneTV.com_Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau Tengku Firdaus disela – sela menghadiri Forum Group Discussion (FGD) di hotel Grand Narita Sanggau. “Selasa (15/9/2020)

Tengku Firdaus, mengatakan sosialisasi terhadap Peraturan Bupati (Perbup) Sanggau nomor 47 tahun 2020 terkait sanksi bagi para pelanggaran protokol kesehatan, lebih mengedepankan tindakan persuasif. Namun bagi bagi pelanggar yang membangkang bisa dijerat pidana atau denda, dan itu tercantum dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). “Ujarnya

“Bagi para petugas yang ditugaskan untuk menegakkan kedisiplinan tersebut, dilindungi undang-undang dan ada pidana bagi pelanggar yang membangkang. Pasal 212 KUHP, 214, 216 KUHP.”

Terkait pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 bisa dipidana dengan undang-undang kekarantinaan.

“Kalau tidak salah nomor 8 tahun 2018 bisa juga dikenakan undang-undang pencegahan wabah menular, nomor 4 tahun 1984, pasal 92,” Kata Tengku Firdaus

Ia juga menjelaskan, dalam Perbup tidak bisa dijadikan dasar untuk sanksi kurungan atau denda untuk menerapkan denda, minimal Peraturan Daerah (Perda). Pasalnya jika seseorang atau badan usaha dikenakan denda, maka akan masuk pada Kas Daerah dan akan jadi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dan itu harus digodok dalam Perda.

Namun ancaman pidana adalah langkah terakhir yang akan diambil, agar ada ketegasan dalam penerapan protokol Covid-19.
“Pelanggar-pelanggar yang melawan petugas saat ditertibkan bisa dikenakan pidana penjara atau denda tinggal dipilih salah satu satu alternatif kalau mampu bayar denda itu. Rp 3.500.000. “Tegasnya

Tapi berdasarkan ketentuan, memang itu undang-undang lama. Kurunganya satu tahun atau denda Rp 3.500.000 berdasarkan peraturan mahkamah Agung, Hakim bisa memutus seribu kali lipat biar ada ketegasan.

“Saya dorong juga Kapolres pada saat 1 Oktober, pada saat penertiban ada tahapannya. Pertama ditegur, kemudian tertulis, tapi kalau ada yang membandel bisa diterapkan itu (pidana). Nanti didata KTP-nya,” Pungkasnya Firdaus. (Hery JB)