Wabup Sekadau Aloysius : PSR Diharapkan Akan Memberi Banyak Nilai Tambah Bagi Petani Perkebunan Kelapa Sawit

Sekadau, BorneOneTV.com – Wakil Bupati Sekadau, Aloysius menghadiri kegiatan Chipping Perdana Peremajaan Sawit Rakyat Kabupaten Sekadau di desa Engkersik, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Selasa (15/9).

Hadir mendampingi Wabup Sekadau anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan, Forkompimda dan KUD Sumber Karya.

Wakil Bupati Sekadau Aloysius menuturkan di tengah pandemi covid-19, subsektor pertanian pada khususnya perkebunan kelapa sawit memegang peranan penting dalam ketahanan ekonomi masyarakat terutama di kabupaten Sekadau.

Oleh karena itu kegiatan peremajaan sawit rakyat (PSR) di kabupaten Sekadau dengan pendanaan badan pengelola dana perkebunan kelapa sawit (BPDPKS) diharapkan akan memberi banyak nilai tambah bagi petani perkebunan kelapa sawit dalam upaya meningkatkan produksi, produktivitas dan kemandirian serta kesejahteraan petani perkebunan kelapa sawit.

“saya sangat berterima kasih dan menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada KUD sumber karya yang berani menjadi pelopor dengan melaksanakan chipping Perdana di lokasinya”. Ungkap Wakil Bupati Sekadau Aloysius.

lebih lanjut dirinya menjelaskan Dengan proses persiapan benih/bibit yang cepat sehingga kegiatan chipping perdana ini bisa dilaksanakan, saat ini dengan target penanaman diharapkan dapat dimulai pada bulan November 2020.

“saya sangat berharap kepada seluruh perkebunan kelapa sawit lainnya yang belum mengajukan pengusulan untuk kegiatan PSR untuk dapat menjadikan momentum ini sebagai penyemangat untuk dapat segera membuat usulan” pungkasnya.

Orang Nomor dua di kabupaten Sekadau tersebut mengingatkan masyarakat untuk dapat memanfaatkan bantuan pemerintah ini dengan semaksimal mungkin.

“kami dari pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan pendampingan seoptimal mungkin”. Tutupnya.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sekadau, Drs. Sandae menuturkan kegiatan peremajaan kelapa sawit perkebunan adalah pelaksanaan peremajaan atau replanting terhadap kebun kelapa sawit yang dikelola oleh petani dalam bentuk kelembagaan.

Dana pengembangan kebun dalam rangka peremajaan bersumber dari dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit ( BPDPKS) dengan bantuan dana sebesar Rp. 25 juta/ hektare, dan tahun 2020 meningkat menjadi Rp. 30 juta/ hektare.

“Pada tahun 2019 target Kabupaten Sekadau untuk kegiatan PSR seluas 1084 hektar, dengan realisasi 49363 hektar. Termasuk salah satunya untuk lokasi KUD Sumber Karya ini seluas 11578 hektar,” terang Sandae.

dirinya menyebutkan untuk tahun 2020 Kabupaten Sekadau mendapatkan alokasi 4000 hektar (alokasi terbesar dibandingkan kabupaten /kota lainnya).

“Dengan perkembangan saat ini, ada 3 pihak yang sudah tanda tangan dan 2 KUD yang sudah menerima dana kegiatan dengan luas 25942 hektar. Sedangkan yang masih dalam proses terdiri dari tiga usulan dengan luasan total 468 86 hektar”. Pungkasnya.

Adapun kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan PSR diantaranya,
petani belum siap untuk dilaksanakan replanting dengan penumbangan serentak karena khawatir kehilangan penghasilan.

Kelembagaan petani yang belum seluruhnya baik atau sehat. Pengadaan benih yang sangat selektif dan membutuhkan proses yang panjang ( usia tanam minimal 8 sampai 12 bulan). Masyarakat masih terpaku pada satu varietas benih tertentu sedangkan ketersediaan benih terbatas sehingga perlu antri pemesanan benih kecambah.

“kendala-kendala ini menjadi tantangan untuk kita bersama dalam rangka merebut kesempatan mendapatkan bantuan PSR tersebut,” ungkapnya.

Untuk itu ia memastikan, perlu langkah yang selaras dan terintegrasi antara sekretariat PSR Kabupaten Sekadau, KUD perkebunan, Perusahaan Mitra dan Bank Pelaksana. apresiasi untuk KUD sumber karya dimana KUD ini merupakan salah satu dari 4 KUD yang mendapat rekomendasi teknis pada tahun 2019.

namun dikarenakan proses teknis yang harus dilalui dalam pengadaan benih atau bibit maka kegiatan pembersihan lahan baru bisa dilaksanakan hari ini. pelaksanaan chipping Perdana di kabupaten Sekadau ini menjadi batu pijakan pelaksanaan kegiatan PSR.

“petani lain menunggu momen ini sebagai bentuk keseriusan dari kegiatan PSR di kabupaten Sekadau sehingga diharapkan setelah Kegiatan ini dapat memicu usulan-usulan PSR dari KUD lainnya”. Ungkap Sande. (Krisantus)