25 Adegan Rekonstruksi Pembunuhan Tukang Parkir Caffe Brader

Pontianak, BorneOneTV.com_Jajaran Polsek Pontianak Selatan dan Kejakasaan Negeri Kota Pontianak menggelar rekontruksi kasus pembunuhan tukangan parkir caffe Brader di Jalan H. Abbas Gajah Mada Pontianak. Rekontruksi dilakukan untuk menyamakan fakta-fakta di TKP dengan keterangan pada tersangka dan saksi.

Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Rio Sigal Hasibuan, menyatakan sebanyak 25 adegan rekonstruksi pembunuhan dimulai dari tahap tersangka datang ke caffe brader pada bulan Agustus 2020, dari adegan tersebut tersangka merasa menyimpan rasa kekesalanya atau sakit hati dikarnakan salah satu asesoris kendaraan tersangka hilang. “Ujarnya ke awak media Senin 21/9/2020

Lanjutnya adegan kedua setelah kejadian di parkiran tersebut asesoris hilang dan menyimpan rasa sakit hati tersangka kembali kerumah, dan dimulai saat itu sekitar bulan agustus tersangka kemana-mana pergi dengan membawa pisau lipat milik dari orang tua tersangka

Pada tanggal 7 September 2020 tersangka bersama teman-temannya datang kembali untuk ngopi di Caffe Brader, pada saat itu datang dengan membawa sepeda motor, tersangka kembali kesal melihat korban memarkirkan kendaraan dengan kurang baik yaitu kendaraan tersangka bersenggolan dengan kendaraan lain.

Kemudian tersangka bersama teman-temannya melanjutkan ke Caffe Brader dengan membawa minuman beralkohol berjenis arak sebanyak 2 kantong. Sekitar pukul 02: 00 Wib tersangka diminta uang parkir oleh korban atau tukang parkir, setelah dibayarkan tersangka melihat kendaraanya berpindah tempat yang sebelumnya tempat bagus dan terakhir ditemukan di dekat lubang parit. ” Kata Rio Sigal Hasibuan

Di saat itu tersangka timbul rasa kekesalannya dan mendatangi korban sehingga terjadi cekcok atau adu mulut dan sempat direlai, ditarik oleh teman tersangka, sehingga terlepas dan kembali menyerang korban dengan melakukan pemukulan, korban juga melakukan cengkraman kepada tersangka.

Tersangka semakin emosi dan melakukan penusukan sebanyak 3 kali yaitu di bagian tengkuk, bahu kanan, dan punggung sebelah kanan, saat itu tersangka ditarik kembali oleh teman tersangka sehingga korban bisa keluar dari selokan parit dan berjalan ke arah parkiran belakang Caffe Brader.

Teman tersangka mengecek keberadaan korban kebelakang parkiran Caffe Brader dan menemukan korban dalam keadaan terbaring dan kedinginan setalah saat itu saksi dan pemilik Caffe Brader membawa korban ke RS Kharitas Bakti Pontianak.

Setalah kejadian tersebut tersangka sempat menghubungi orang tuanya bahwa dirinya berkelahi sehingga orang tua tersangka hadir di TKP, dan pada saat itu pemilik Caffe Brader mengabarkan korban meninggal dunia. Pada saat itu juga petugas kepolisian Pontianak Selatan datang dan menjemput tersangka dengan keberadaan masih di TKP.

Tersangka dikenakan pasal 340 KUHP jo 338 KUHP jo 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman seumur hidup atau deng waktu tertentu paling lama 20 tahun. “Pungkasnya Rio Sigal Hasibuan

Kejaksaan Negeri Pontianak, Kasubsi Pra Penuntutan Syahrul Sya’ban, menambahkan dalam kasus ini pihaknya masih menunggu dari penyidik untuk merampungkan berkas perkara, “Nantinya dikirim ke kami kemudian diteliti baik perlengkapan formil atau kelengkapan materinya terutama mengenai unsur-unsur pasal”

Dari berkas penyidikan nantinya akan menguraikan unsur-perunsur ke pasal 340 yang paling tinggi di serahkan ketersangka, kalau sekiranya memenuhi, pihkanya terapkan ke Pasal 340 dengan ancaman hukuman mati. Pungkasnya Hadin