Gubernur Kalbar Berikan Pembekalan Pasis Sesko TNI Secara Virtual

Pontianak, BorneOneTV.com_Gubernur Kalbar H. Sutarmidji S.H., M.Hum., memberikan pembekalan kepada Pasis Dikreg XLVII Sesko TNI TA. 2020 melalui video conference, di Data Analytics Room Kantor Gubernur Kalbar, Senin (21/9).

Gubernur Kalbar H Sutarmidji memaparkan daerah perbatasan yang dimiliki Provinsi Kalbar yang memiliki panjang sekitar 966 Km yang di 14 Kecamatan dan 98 desa yang terbentang antara Kabupaten Sambas sampai Kabupaten Kapuas Hulu.

“Kalbar ini terdiri dari 12 Kabupaten dan 2 Kota serta memiliki penduduk sebanyak 5,5 juta orang. Kemudian kalbar ini terluas ke empat di seluruh Indonesia setelah papua, kaltim, kalteng dan baru kalbar, memiliki perbatasan dengan negara malaysia sekitar 966 Km,” ungkap Gubernur Kalbar H. Sutarmidji S.H., M.Hum dalam pembekalannya kepada Pasis Dikreg XLVII Sesko TNI TA. 2020 melalui video conference, di Data Analytics Room Kantor Gubernur Kalbar.

Lanjutnya, perbatasan antar negara sangat jarang diperhatikan, namun saat ini perbatasan menjadi cerminan bagu bangsa ini kepada negara tetangga. Provinsi Kalbar saat ini memiliki tiga Pos Lintas Batas Negara (PLBN) diantaranya PLBN Entikong yang terletak di Kabupaten Sanggau, PLBN Aruk terletak di Kabupaten Sambas dan PLBN Badau di Kabupaten Kapuas Hulu.

“Yang sudah beroperasi PLBN di Kalbar ada tiga, Kedepannya Kalbar akan memiliki lima PLBN. Nantinya PLBN Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang, PLBN Sungai Kelik di Kabupaten Sintang, insyallah tahun 2022 akan selesai dan segera beroperasi,” tuturnya.

Meskipun demikian dari tiga PLBN yang sudah beroperasi, satu PLBN yang sudah memiliki status pelabuhan darat international yang ditetapkan oleh provinsi kalbar, namun perputaran ekonominya masih terapkan tradisional. Dirinya pun, selaku pemerintah daerah akan terus berupaya akan meningkatkan status PLBN menjadi Internasional guna meningkatkan ekonomi masyarakat daerag setempat.

“PLBN Aruk kita (Pemprov Kalbar_red) sudah menetapkan status pelabuhan darat internasional, namun mereka masih memberlakukan tradisional sehingga arus barang itu di bongkar di area zona netral. Jadi barang-barang dagangan dari mobil Indonesia harus di pindahkan ke mobil Malaysia, ini membuat kita rugi karena tidak bisa langsung dan butuh pengeluaran yang cukup mahal harus bongkar muat lagi,” tuturnya.

“Ini harus kita sama-sama mencari solusi agar masyarakat yang berdagang tidak mendapatkan kesulitan,” kata Gubernur Kalbar H. Sutarmidji S.H., M.Hum. (Lay).