Sekda Kalbar Hadiri FGD Mekanisme Pembagian Manfaat Untuk Implementasi REDD+

Pontianak, BorneOneTV.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Barat, A.L. Leysandri, menghadiri Focus Group Discussion Penyusunan Pedoman Benefit Sharing Mechanism (BSM) / Mekanisme Pembagian Manfaat untuk Implementasi REDD+ secara virtual.

Acara ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalbar, Adi Yani.

Dalam sambutannya Sekda Kalbar mengatakan Indonesia telah menetapkan Nationally Determined Contribution (NDC), salah satu skema utama program pengurangan emisi yaitu adalah Skema REDD+ (Reducing Emission From Deforestation and Forest Degradation).

Sekda Kalbar juga mengatakan Program REDD+ memiliki protensi untuk memberikan manfaat program dalam bentuk karbon dan non karbon.

“Program REDD+ dapat menghasilkan manfaat nonkarbon yang dapat berupa manfaat ekonomi langsung, manfaat ekologis, hidrologis dan jasa lingkungan lainnya,” Ujar Sekda Kalbar di Ruang Audio Visual Kantor Gubernur Kalbar, Senin (21/09/2020).

Dalam sambutannya A.L Leysandri, menjelaskan bentuk nyata manfaat non karbon dalam skema REDD+ ini.

“Bentuk nyata dari manfaat non karbon adalah pemanfaatan hasil hutan, ekowisata, jasa penyerbukan, sumber genetika dan bahan baku obat-obatan, pencegahan erosi/longsor dan banjir, pengaturan iklim,” jelas A.L. Leysandri.

Sekda Kalbar juga menegaskan Provinsi Kalbar berkomitmen mendukung upaya pencapaian target penurunan emisi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

“Kalimantan Barat telah membentuk POKJA REDD+ yang memiliki tugas dan fungsi untuk membantu Pemprov Kalbar dalam mengkoordinasikan upaya-upaya penurunan emisi dari sektor berbasis lahan,” tegas Sekda Kalbar.

(Adpim Setda Prov Kal-bar/Hadin)