Terungkap Sindikat Pemerasan DPRD Sambas Melalui VCS, Ternyata Laki-laki

Pontianak, BorneOneTV.com_ Polda Kalbar melalui Kabid Humas Kombes Pol Donny Charles Go, mengungkapkan adanya pemerasan Vidio Call Sex (VCS) terhadap salah satu anggota DPRD Kabupaten Sambas. Ujarnya ke wartawan borneonetv.com.” Selasa 22/9/2020

Lanjutnya Korban mengadu ke Polres Sambas bahwa dirinya dimintai sejumlah uang dengan syarat untuk menghapus Vidio yang kebetulan korban (DPRD) berada di vidio tersebut

Pelusuran tim gabungan Polres Sambas dan bekerjasama dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar berhasil mengungkapkan kasus pemerasan Video Call Sex (VCS) sudah ditemukan sebuah Handphone dan pemiliknya yang selalu menghubungi pihak korban.

Di ketahui tersangka merupakan warga Pontianak yang baru saja keluar dari Lapas kelas II A Pontianak pada bulan Agustus 2020. Setelah dimintai keterangan mengaku bahwa Handphone milikya di pinjam oleh teman 1 sel tahanan.

Kemudian 2 tersangka di antaranya merupakan warga Lembaga pemasyarakat kelas II A Pontianak salah satu berperan sebagai perempuan yang sebenarnya laki-laki untuk menghubungi Korban (DPRD) dan saat itu komunikasi melalui VCS dengan ditampilkanya perempuan lain telanjang, sehingga korban terpancing dengan menunjukan vitalnya dari tubuh korban, kemudian VCS tersebut diberikan kepada otak pelaku dan di rekamnya.” Kata Kombes Pol Donny Charles Go

Dalam kasus ini pihak kepolisian sudah proses 5 pelaku diantaranya, pelaku ke1 pemilik sarana Handphone, kemudian pelaku ke2 yang merupakan otak yang merencakan aksi VCS, pelaku k3 berperan perempuan yang sebetulnya laki-laki dan mengajak korban VCS, pelaku k4 yang memposting video tersebut ke media sosial, terakhir pelaku k5 pemilik rekening Bank dan sudah melakukan transfer sebesar Rp. 4.000.000 ke rekening tersebut. Dari ke 5 pelaku tersebut 3 pelaku posisinya berada di Lapas kelas II A Pontianak. “Tegasnya

Hasil pemeriksaan kepolisian dari 5 pelaku pemerasan DPRD Kabupaten Sambas 4 orang sudah dijadikan tersangka dan semuanya berjenis laki-laki. Hingga saat ini proses terus berlanjut dan ditangani oleh Polres Sambas. “Pungkasnya (HaDin)