Kasus Korupsi Dana Pembangunan Masjid Agung Melawi Mengalir Kesejumlah Oknum Pejabat

Pontianak.BorneOneTV.com_Setelah sempat mengalami penundaan sidang akibat adanya musibah banjir di Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi, sidang lanjutan perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Masjid Agung Kabupaten Melawi akhirnya digelar kembali, di Pengadilan Negeri Pontianak pada, Jum’at (25/9/2020).

Sidang lanjutan perkara Tipikor dengan menghadirkan 9 orang saksi, dipimpin oleh ketua majelis hakim Majelis Hakim Maryono,SH. M.Hum, didampingi anggota majelis hakim Mardiyanto,SH.MH., Edward Samosir,SH.MH, dengan Paniteranya Sandra,SH, sedangkan untuk Jaksa Penuntut umum (JPU) nya diketuai oleh Gandi Wijaya,SH.,MH, didampingi oleh JPU Selly Riviana,SH, dan M.Fauzi Rahmat,SH.

Sidang yang juga dihadiri oleh 3 (tiga) orang penasehat hukum terdakwa Tj, Pn dan Kh, digelar dalam rangka mendegarkan keterangan dari para saksi yang dihadirkan. Namun, dari 9 saksi yang dijadwalkan hadir, hanya ada 6 saksi yang memberikan memberikan keterangan dalam persidangan. Sementara 3 orang saksi lainya, mangkir dari persidangan.

Ketua Jaksa Penuntut Umum, Gandi Wijaya,SH.,MH mengatakan, sidang tersebut merupakan sidang lanjutan perkara tipikor pembangunan masjid agung Kabupaten Melawi, yang penganggarannya melalui pos dana hibah Bansos APBD Kabupaten Melawi selama tahun 2012, 2013, 2014, 2015, dan 2017 dengan nilai angka sebanyak kurang lebih 13 miliar rupiah.

“Dan untuk bangunan fisiknya sudah dikerjakan, namun menurut bukti-bukti yang sudah dimiliki oleh JPU, dari sekian banyak dana tersebut yang direalisasikan untuk pembangunan fisik hanya sekian persen saja. “Artinya dakwaan kami, sebagian besar dananya dikorupsi oleh mereka-mereka yang disidangkan pada hari ini. Itu bukti-bukti, apakah ini terbukti atau tidak ini masih proses. Salah salah satu prosesnya pada hari ini pemeriksaan saksi-saksi dan saat ini sudah memasuki sidang yang ke-8 kali, dengan saksi-saksi yang sudah diperiksa kurang lebih 30 orang”,Kata Gandi Wijaya.

Menurut Gandi Wijaya, sidang perkara tipikor Masjid Agung Melawi sempat tertunda cukup lama akibat dari adanya bencana musibah banjir yang terjadi di Kabupaten Melawi dan di Kabupaten Sintang. Hari ini sidangnya baru bisa dilanjutkan kembali.

“Dan berdasarkan dakwaan JPU khusus ditahun 2012, dana tersebut telah mengalir kesejumlah oknum pejabat di Kabupaten Melawi, diantaranya mengalir kepada mantan oknum pejabat berinisial Tj sebanyak 700 juta, oknum pejabat P sebanyak 100 juta lebih, oknum mantan pejabat berinisial ip 50 juta, serta kepada oknum mantan pejabat berinisial P sebanyak 150 juta rupiah, dengan total dana yang dibagi-bagikan kurang lebih sebanyak 2 miliyar rupiah, itulahdakwaannya. Dan saat ini masih dalam proses pembuktiannya,”ujar Gandi Wijaya.

Gandi Wijaya mengatakan, saat ini yang sudah ditetapkan sebagai terdakwa ada 3 orang, antarlain, terdakwa satunya ketua panitia pembangunan Masjid Agung Melawi, yang saat itu juga menjabat sebagai ketua DPRD Kabupaten Melawi berinisial TJ, ketua Yayasan muslim Kabupaten Melawi berinisial Pn, serta oknum mantan kepala BPKAD Kabupaten Melawi dengan inisial Kh, dimana dana Bansos hibahnya dikelola oleh satkernya,”tutur Gandi Wijaya (Dodi).