Lantik 4 Pjs Bupati, Gubernur Kalbar Ingatkan Pjs Bupati Tetap Jaga Netralitas

Pontianak, BorneOneTV.com_Gubernur Kalbar H Sutarmidji S.H., M.Hum., melantik empat Pejabat Sementara (Pjs) Bupati di Kalbar dalam rangka mengisi kekosongan jabatan Bupati yang menggelar Pilkada Serentak di Kalbar, di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Sabtu (26/9).

Para Pjs Bupati yang diantik oleh Gubernur Kalbar diantaranya, Dr. Syarif Kamaruzaman sebagai Pjs Bupati Sambas. Ir. Florentinus Anum sebagai Pjs Bupati Sintang. Dra. Hj. Linda Purnama sebagai Pjs Bupati Melawi dan Dra. Hj. Sri Jumiadati sebagai Pjs Bupati Sekadau.

Gubernur Kalbar H. Sutarmidji S.H., M.Hum., memberikan perhatian khusus kepada empat Pejabat Sementara Bupati tersebut untuk tetap menjaga netralitas selama proses pilkada dan menekan agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah untuk tidak memihak salah satu pasangan calon pilkada.

“Betul-betul tempatkan diri saudara pada posisi yang netral se-netral-netral nya. Saya tidak mau pengangkatan ini kaitan isu suku, golongan, tapi berbicara kebutuhan untuk Kalimantan Barat. Kebutuhan untuk Pilkada yang betul-betul netral. Saya minta ini betul-betul diperhatikan. Upayakan tidak berinteraksi dengan Bupati yang cuti,” pinta H. Sutarmidji saat melantik Pjs Bupati di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar.

Dia meminta para Pjs Bupati yang dikukuhkan untuk dapat bertindak netral dalam Pilkada nanti.

“Saya berharap, semuanya hanya ditugaskan sebagaimana ditugaskan. Saya tidak mau ada satupun Pjs yang ya ucapnya aja tidak boleh mengarah bahwa dia berpihak. Tugasnya adalah memfasilitasi Pilkada dan melaksanakan pemerintahan selama Bupati nya dicutikan,” tuturnya.

Kemudian dirinya menambahkan, agar para Pjs tidak berinteraksi dengan para tim sukses dari calon manapun. Tugas Pjs adalah menjalankan pemerintahan dan memfasilitasi pelaksanaa Pilkada bukan memfasilitasi para bakal calon.

“Jangan berhubungan same tim sukses dari pasangan siapepun. Pokoknya jangan urus yang begitu,ibu bapak jalankan pemerintahan. Yang dimaksud memfasilitasi pelaksanaan Pilkada bukan memfasilitasi calon tapi prosesnya. Misalnya koordinasi dengan KPU,Bawaslu,Forkopimda itu aja tapi tak boleh dengan calon. Betul-betul itu jadi perhatian,saya nggak mau kalau ade interaksi apepun,” tegasnya.

Selain itu ia juga berharap, para Pjs agar bisa menekan penyebaran Pandemi Covid-19 di daerahnya, guna tidak ada lagi terjangkit Covid-19 di masyarakat serta selalu mengirim laporan terkait Pandemi Covid-19.

“Jangan anggap remeh virus Covid-19 ini, saya minta para Pjs selalu mengirim laporan dan menekan penyebaran Covid-19. Edukasikan ke masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak,” tegasnya. (Lay).