Wali Kota Pontianak Minta Hentikan Aktifitas di Luar Mulai Pukul 21.00

Pontianak, BorneOneTV.com_Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mulai memberlakukan jam malam dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Warga Kota Pontianak diminta untuk dapat menghentikan aktivitas di luar mulai pukul 21.00 atau jam 09.00 Malam.

“Saya imbau masyarakat maupun pelaku usaha warung kopi, cafe, restoran, mall dan taman-taman menghentikan operasionalnya pada pukul 21.00 WIB,” kata Wali Kota Pontianak H Edi Rusdi Kamtono, Senin (28/9).

Satu demi satu warung kopi (warkop) dan cafe serta restoran disambangi petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kota Pontianak beserta Polresta Pontianak.

Penyisiran sejumlah tempat usaha ini sebagai tahap sosialisasi pembatasan aktivitas pada malam hari yang mulai berlaku sejak Senin (28/9/2020).

Sejumlah pengunjung yang kedapatan tidak mengenakan masker pun didata dan diamankan KTP-nya sebagai jaminan untuk selanjutnya dijatuhi denda atau sanksi sosial.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjelaskan, mulai malam ini (kemarin red), pembatasan aktivitas malam hingga 14 hari ke depan sudah mulai diberlakukan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Pontianak yang kian mengkuatirkan.

“Saya imbau masyarakat maupun pelaku usaha warung kopi, cafe, restoran, mall dan taman-taman menghentikan operasionalnya pada pukul 21.00 WIB,” pintanya.

Sejumlah personil Satpol PP Kota Pontianak bersama kepolisian akan memonitor warkop dan cafe yang beroperasi melewati pukul 21.00 WIB.

Hal tersebut dilakukan untuk mengimbau para pelaku usaha warkop dan cafe supaya mematuhi kebijakan pembatasan aktivitas pada malam hari.

“Ini juga sebagai upaya menekan penyebaran kasus Covid-19 di Kota Pontianak yang sudah pada fase transmisi lokal,” sebutnya.

Edi berharap kebijakan pembatasan aktivitas pada malam hari ini, masyarakat patuh dan disiplin dengan menahan diri untuk tidak beraktivitas di luar rumah.

“Kita harap masyarakat mengerti bahwa pembatasan aktivitas pada malam hari ini diberlakukan untuk menekan penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Pembatasan Aktivitas Masyarakat Dalam Rangka Pengendalian Peeningkatan Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Pontianak tertuang dalam Peraturan Wali Kota Pontianak Nomor 903/BPBD/Tahun 2020 dan memutuskan dan menetapkan Pembatasan Aktivitas Masyarakat Dalam Rangka
Pengendalian Peningkatan Corona Virus Disease 2019 di Kota Pontianak.

Pembatasan aktivitas masyarakat sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU meliputi:
a. pembatasan aktivitas masyarakat di malam hari; b. pembatasan aktivitas di taman-taman kota; dan c. pembatasan aktivitas kegiatan rapat, pertemuan dan kegiatan lainnya.

Pembatasan aktivitas masyarakat sebagaimana dimaksud pada Diktum KEDUA huruf a, adalah membatasi operasional kegiatan usaha mulai pukul22.00 wib sampai dengan Pukul 04.00 wib, kecuali untuk aktivitas yang bersifat kedaruratan dan
pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan lain- lain.

Pembatasan aktivitas di taman-taman
Kota sebagaimana dimaksud pada Diktum KEDUA huruf b adalah membuka kegiatan/aktivitas di taman mulai pukul 06.00 wib sampai dengan pukul 21.00 wib.

Pembatasan aktivitas kegiatan rapat, pertemuan dan kegiatan lainnya sebagaimana dimaksud pada
Diktum KEDUA huruf c adalah membatasi jumlah peserta rapat dan pertemuan lainnya paling banyak 50% (lima Puluh Persen) dari kapasitas ruangan.

“Pembatasan aktivitas masyarakat berlaku selama 14 (empat belas) hari mulai tanggal 28 September 2020 sampai dengan tanggal 11 Oktober 2020 dan dapat diperpanjang bila diperlukan,” ujarnya. (Lay).