Sidang Lanjutan Perkara TIPIKOR Dana Pembangunan Masjid Agung Melawi Kembali Digelar

Pontianak,BorneOneTV_ Sidang lanjutan perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Masjid Agung Kabupaten Melawi kembali digelar, di Pengadilan Negeri Pontianak pada, Senin 5 Oktober 2020.

Sidang lanjutan untuk mendengarkan keterangan dari para saksi dipimpin oleh ketua Majelis Hakim Maryono,SH. M.Hum, dengan Ketua Jaksa Penuntut umum (JPU) nya, Gandi Wijaya,SH.,MH.

Dari keterangan ketua JPU Gandi Wijaya, pada sidang minggu lalu (25/9) mengatakan bahwa, dana untuk pembangunan Masjid Agung Melawi, khususnya untuk tahun 2012 telah mengalir kesejumlah pejabat, diantaranya mengalir kepada mantan ketua DPRD Kabupaten Melawi Abang Tajudin sebanyak 700 juta, kepada saksi yang saat itu menjabat sebagai Wakil Bupati Melawi Panji sebanyak 150 juta, Saksi atas nama ipo sebanyak 50 juta, serta kepada Bupati yang saat itu menjabat sebanyak 150 juta dengan total dana yang dibagikan kurang lebih sebanyak 2 miliyar.

Dan dalam sidang yang gidelar kali ini, 3 (tiga) orang saksi yang hadir dalam persidangan, salah satunya saksi Panji yang saat ini menjabat sebagai Bupati Melawi.

Dalam persidangan, saksi Panji oleh Majelis Hakim, JPU, maupun dari para Penasehat Hukum seputar pembangunan Masjid Agung Melawi serta sejumlah dana yang diterima oleh dirinya.

Ketua JPU Gandi Wijaya mengatakan, ada 8 (delapan) orang saksi yang dihadirkan. Namun, hanya 3 (tiga) orang saksi yang hadir dalam persidangan. Dan saksi lainya yang tidak hadir, akan dihadirkan pada sidang Jumat pekan depan.

Gandi Wijaya juga mengatakan, menurut keterangan dari saksi Panji dalam persidangan, mengakui dana yang diterimanya merupakan hak untuk menganti hak-haknya sebagai Wakil Bupati yang belum sepenuhnya terbayarkan. Saksi Panji baru mengetahui ada pinjaman itu ketika diperiksa di Polda Kalbar, setelah melihat ada kwitasi senilai 150 juta, sehingga saksi Panji pada saat proses penyidikan berinisiatif mengembalikan uang itu ke kas daerah sebanyak 150 juta dengan dalih karena melihat ada potensi kerugian negara.

“Walaupun saksi Panji juga menyangkal pernah menerima uang tersebut, tetapi dari keterangan saksi pada persidangan- persidangan sebelumnya menyatakan telah menyerahkan uang sebanyak 150 juta Kepada saksi Panji,”ujar Gandi Wijaya.(Dodi).