Anak Muda Harus Melek Politik, Jangan Jadi Korban Politik

Pontianak, BorneOneTV.com_Gubernur Kalbar H Sutarmidji S.H., M.Hum., menjadi Keynote Speak dalam acara Generasi Melek Politik melalui virtual pada hari Sabtu (10/10).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Partispasi Muda (Generasi Melek Politik) ini, Dirinya menyampaikan bahwa Pemuda-Pemudi merupakan wujud kekuatan dan garda terdepan dalam perubahan kemajuan bagi suatu daerah. Pemuda dan semangatnya sangat dibutuhkan sebagai change angent (agen perubahan) dalam berbagai sektor dan salah satunya adalah dalam bidang politik.

“Sejak tamat SMA saya sudah bergabung dengan salah satu partai artinya itu saya sudah 39 tahun bergabung di partai dan belum pernah pindah partai. Politik itu semua orang harus paham sehingga dia tidak menajadi korban politik, saya berharap anak-anak muda itu jangan menghidar dari politik,” ungkap Gubernur saat memberikan sambutan.

Dengan adanya peran pemuda-pemudi yang akan melek politik itu, dapat memberikan suatu gagasan ide atau pemikiran untuk kepentingan masyarakat banyak dan negara.

“Seorang politik ini baik diakui atau diakui merupakan juru bicara masyarakat minimal dia yang mewakili. Sehingga tidak menyuarakan suara rakyatnya, dia bukan politisi yang baik, politisi yang baik itu sepahit apapun dalam mengambil keputusan dia harus tetap mengambil keputusan untuk kepentingan masyarakat secara luas,” tuturnya.

Adapun permasalahn yang dihadapi saat ini adalah realitas politik justru menampilkan lakon jauh dari akal sehat. Hiruk pikuk politik di negeri ini masih belum menampilkan wajah politik yang santun dan memberikan rasa aman dan damai. Berpolitik hampir identik dengan ‘Perebutan kekuasaan demi jabatan dan uang’. Hal ini menyebabkan banyaknya anak muda tidak tertarik bahkan menghidar dari kegiatan berpolitik.

“Dengan mencermati adanya berbagai kondisi di kanca perpolitikan, anak muda jangan sesekali lari dari politik apalagi tidak peduli. Karena anak muda tidak peduli dengan politik menurut saya akan ada yang hilang dan timpang, kalo anak muda paham politik akan mewarnai dalam berdomkrasi di negeri ini,” kata Gubernur.

Etika politik dalam kehidupan berbangsa sudah sepatutnya mengedepankan kejujuran, amanah, keteladanan, sportivitas, disiplin, etos kerja, sikap toleransi, rasa malu, tanggung jawab, menjaga kehormatan serta martabat diri sebagai warga bangsa.

“Etika politik diwujudkan dalam bentuk sikap perilaku politik yang toleran, tidak arogan dan memberikan kepercayaan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan seminar virtual tersebut juga turut hadir Asisten ajudan Presiden Jokowi, Manager The Climate Reality Project Indonesia, Kepala Divisi Kajian dan Kampanye Walhi Kalbar, perwakilan IYALE Kalbar. (Lay).