Asnizar Minta Pendamping ke Polres Kubu Raya, Untuk Masuk Ruangan Kerja PDAM Tirta Raya Di Gembok

Kubu Raya, BorneOneTV.com_Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Asnizar mendatangi undangan Polres Kubu Raya atas klarifikasi Budi Hartono terkait pemasangan pipa PDAM Tirta Raya pada tanggal 25 September 2020 lalu

Asnizar, mengatakan pernah putuskan pipa PDAM Tirta Raya atas permintaan Budi Hartono sesuai surat panggilan PDAM yang menyatakan pasangan ilegal. Menurutnya, hal itu bukanlah temuan, tetapi Budi Hartono sendiri yang mengadukan bahwa ada pasangan belum memiliki WM dan ID, ucapnya kepada wartawan borneonetv.com,Kamis 15/10/20

Ia meminta untuk mengurus administrasi pemasangan dan siap membayar kembali sebesar Rp 2.000.000, dan juga diberikan kwitansi sebagai titipan ke Asnizar. Namun dirinya tidak paham, karena hal ini sudah diketahui pihak PDAM Tirta Raya

Pasangan pipa PDAM seperti konsumen yang lainya, dari ratusan pasangan pipa tersebut hanya Budi Hartono sendiri yang dipermasalahkan oleh pihak PDAM Tirta Raya

Asnizar melaksanakan tugas dilapangan sudah sesuai (SK) yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh direktur utama PDAM Tirta Raya Kubu Raya dengan berakhirnya SK pada tanggal 30 September 2020 sedangkan kejadian tersebut pada tanggal 25 September 2020

Atas kejadian tersebut Asnizar tidak diperbolehkan masuk kantor PDAM Tirta Raya, kemudian pada tanggal 30 September 2020 kantor PDAM Tirta Raya digembok karena ada penyemprotan disenfektan. Tetapi didalam kantor PDAM Tirta Raya ada aktivitas. Namun saat itu dirinya dilarang masuk. Kata Asnizar

Kemudian pada tanggal 1 Oktober 2020 Asnizar kembali ke kantor PDAM Tirta Raya namun tidak diizinkan masuk kedalam, sehingga meminta pendamping anggota Polres Kubu Raya untuk masuk ke ruangan kerja Asnizar di PDAM Tirta Raya

Asnizar dilarang masuk kantor PDAM Tirta Raya dikarenakan adanya kasus dari Budi Hartono terkait pemasangan pipa PDAM Tirta Raya

Ia kesalkan bahwa selesainya masa kerja sebagai pendamping pihak PDAM Tirta Raya tidak mengucapkan terima kasih, tetapi malah kantor disegel dan di tutup tidak terbuka untuk Asnizar namun didalam ada aktivitas, kesalnya

Asnizar menyurati ditembuskan kepada Bupati Kubu Raya untuk meminta pihak PDAM Tirta Raya karrna dirinya masih banyak kerjaan diluar yang belum selesai dan meminta waktu 90 hari kerja, “tuturnya (tim)