Sehari 2 Kali Massa Aksi Datang Ke Gedung DPRD Prov Kalbar Tolak UU Omnibus Law

Pontianak, BorneOneTV.com_Gedung DPRD Prov Kalbar kembali di unjuk rasa mulai pada tanggal 8 Oktober 2020 lalu, sampai saat ini sudah ke empat kalinya. Namun aksi unjuk rasa kali ini berbeda dari sebelumnya dalam sehari dual kali aksi unjuk rasa dengan berbagai aliansi di Kalimantan Barat. “Kamis (15/10/2020)

Tujuan aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law yang sudah di sahkan menjadi UU Cipta Kerja oleh DPR RI pada tanggal 5 Oktober 2020 di Jakarta

Aliansi buruh tergabung Front Perjuangan Rakyat (FPR) mendatangi gedung DPRD Prov Kalbar sekitar pukul 11:30 – 13:30 Wib. Kemudian disusul oleh Persatuan Orang Melayu (POM) tergabung Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan (AMUK) Kalbar sekitar Pukul 14:00-15:45 Wib

Ketua Komisi V DPRD Prov Kalbar Fraksi Golkar Prabasa Anantatur, mengatakan akan menyampaikan dan mengawal terus aspirasi masyarakat unjuk rasa ke pemerintah pusat DPR RI dan Presiden paling lama 1 hari dan malam ini dikirim, ucapnya

Aksi unjuk rasa ini keinginan masyarakat menyampai aspirasinya yang mana dalam UU Omnibus Law tidak sesuai dengan keinginan masyarakat. DPRD Prov Kalbar hanya menyampaikan aspirasinya diterima atau tidak oleh pemerintah pusat DPR RI.

“Kerena yang membuat pemerintah pusat dan mudah-mudahan hasilnya kita lihat dari UU ini, paling tidak turunan-turunan akan membuat peraturan daerah nah ini wewenang DPRD Prov Kalbar” katanya

Menurutnya, Peraturan Daerah ( Perda ) masih ada untuk para buruh nanti DPRD Prov Kalbar menyiapkan yang paling terbaik untuk masyarakat Kalimantan Barat

DPRD Prov Kalbar dan masyarakat berbagai aliansi melakukan audensi di gedung DPRD Prov Kalbar hanya 6 Fraksi Nasdem, Gerindra, PKS Golkar, Demokrat, PKB yang hadir dari 8 Fraksi

Dalam 1 hari aksi unjuk rasa ada 2 kali ke gedung DPRD Prov Kalbar dengan yang sama tuntutannya dengan yang kemarin juga yaitu menolak UU Omnibus Law. (Hadin)