Polda Kalbar Tetapkan Provokator Grup WhatsApp Demo Tolak Omnibus Law Sebagai ABH

Pontianak, BorneOneTV.com_Polda Kalimantan Barat menangkap anak dibawah umur sebagai provokator lewat media sosial chatingan grup WhatsApp (WA) untuk mengajak demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja

Melalui Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go, mengatakan menetapkan anak dibawah umur sebagai ABH (Anak Bersangkutan dengan Hukum) berdasarkan hasil pengungkapan Jajaran Dirkrimsus Polda Kalimantan Barat yang bersangkutan membuat grub WhatsApp dengan jumlah anggota 11 orang, ujarnya kepada wartawan borneonetv.com, Jumat (16/10/2020)

Dalam pesan-pesannya yang mengandung provokatif dan ujaran kebencian di chatingan grup WhatsApp yang bersangkutan mengajak teman-temanya untuk melakukan demonstrasi dan juga mengajak datang dengan membawa batu, pilok dan perlengkapan lainya. Katanya

Hal ini berpotensi menimbulkan keonaran dilingkungan masyarakat

“Memang betul sempat terjadi kericuhan di kantor DPRD Prov Kalbar saat aksi unjuk rasa menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja pada tangal 8 Oktober 2020 lalu” kata Kombes Pol Donny Charles Go

Mengingat yang bersangkutan merupakan anak dibawah umur sehingga penerapan penangan pidana berdasarkan undang-undang yang berlaku. Kemudian pihak kepolisan terus berkoordinasi dengan pihak BAPAS (Balai Pemasyarakatan) dan Badan Perlindungan Anak (BPA) Kalbar untuk menentukan tindaklanjut dalam kasus tersebut

Pengungkapan chatingan grup WhatsApp tersebut diungkap tim cyber patroli dunia maya Polda Kalbar dan kepedulian masyarakat yang mendukung pekerjaan Polisi memberikan informasi-informasi dari masyarakat. Sehingga begitu banyak informasi-informasi Hoax di tengah masyarakat, dan mengirimkan screenshot hasil chatingan Grup WhatsApp yang berisi ujaran dan ajakan-ajakan provokatif ke Polisian, ungkapnya Kombes Pol Donny Charles Go

Hingga saat ini Polda kalbar memproses 121 orang, dengan rincian 7 orang hasil Rapit Test positif, dan 3 orang positif Covid-19 hasil Uji Swab Test, kemudian 9 orang berkaitan dengan Narkoba hasil Uji test uren, 2 orang dikenakan Undang-undang darurat atas kepemilikan senjata tajam dan lainnya.

Kombes Pol Donny Charles Go juga menghimbau masyarakat, mahasiswa, pelajar maupun buruh yang melaksakan aksi unjuk rasa untuk menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Kalimantan Barat dengan cara yang santun menyampaikan pendapat di muka umum.

Aparat kepolisian punya tanggung jawab untuk memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat demonstrasi dan masyarakat sekitar sehingga bisa beraktivitas dengan baik tanpa ada kendala

Ia juga berharap kepada masyarakat untuk mentaati peraturan yang ada, apalagi ditengah pandemi Covid-19 untuk terus menjaga protokol kesehatan, menghindari banyaknya kerumunan, paparnya (hadin)