Uskup Agung Pontianak Provinsial CDD Berkati dan Resmikan Gedung Costantini

Pontianak, BorneOneTV.com_Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus, bersama Provinsial Congregatio Discipulorum Domini (CDD) Indonesia Romo Romanus Sukamto, CDD memberkati dan meresmikan Gedung Costantini di Komplek Yayasan Pendidikan Kalimantan/Persekolahan Santu Petrus, Sabtu (17/10).

Prosesi Pemberkatan dan Peresmian Gedung Costantini di awali dengan Misa di Gedung Costantini yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus dan didampimgi 12 Imam.

Usai Misa, dilanjutkan dengan acara prosesi Pemberkatan oleh Uskup Agung Pontianak bersama beberapa Pastor di masing-masing ruang Gedung Costantini dan selesai pemberkatan dilanjutkan Peresmian dengan penandatanganan Prasasti oleh Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus, bersama Provinsial CDD Indonesia Romo Romanus Sukamto, CDD.

Lalu, Peresmian Gedung ditandai dengan Pengguntingan Pita oleh Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus bersama Provinsial CDD Indonesia Romo Romanus Sukamto, CDD, Ketua Yayasan Pendidikan Kalimantan Tahun 1975-2013, Polycapus Widjaja Tandra, SH, MM, Suwanto, SH, MH, Romo Yuki, CDD, Br. Yosef, CDD dan Kepala Kantor Yayasan Pendidikan Kalimantan A Kadir dan selesai Pengguntingan Pita, dilanjutkan pembukaan Pintu Gedung Costantini.

Menurut Superior Jendral CDD, Pastor Francis, CDD, diri menaruh harapan kepada Yayasan Pendidikan Kalimantan yang telah menyelesaikan pembangunan Gedung Costantini untuk kegiatan belajar dan mengajar.

“Saya harap, Gedung baru ini dapat menjadi tempat untuk mewartakan kasih dan kebenaran injil. Menjadi tempat dimana setiap orang yang datang dapat meraskan kasih Allah,” harap Pastor Francis, CDD dalam arahannya secara Virtual di Gedung Costantini.

Kemudian, Ketua Yayasan Pendidikan Kalimantan, Pastor Lodewyik Tshie, CDD mengatakan, dengan selesainya pembangunan Gedung Costantini ini merupakan sebuah prasarana yang dilengkapi fasilitas untuk memudahkan proses pendidikan.

“Penamaan Gedung Costantini merupakan kenangan dan penghormatan kepada Kardinal Celso Costantini. Bapak pendiri Konggregasi Murid-Murid Tuhan (CDD),” kata Pastor Lodewyik Tshie, CDD.

Dikatakannya, Kardinal Celso Costantini adalah sosok pemikir yang memberikan perhatian besar bagi pendidikan kaum muda.

“Sesuai tradisi Gereja Katolik, Peringatan orang Suci dipilih dari hari wafatnya. Karena itu, hari Wafat Hamba Tuhan, Celso Costantini Tanggal 17 Oktober kita peringati setiap tahun sebagai Hari Kunzhong,” ingatnya.

Gedung Costantini yang diberkati dan diresmikan ini bukanlah menara Gading atau tempat yang secara eksklusif menonjolkan kemegahan dan kewemahan.

Gedung Costantini adalah representasi dari gerak langkah seluruh warga Kunzhong untuk mencapai cita-cita dan kesejahteraan generasi penerus dalam wujud nyata sebagai manusia yang saleh dan terpelajar.

“Untuk mencapai cita-cita itu dibutuhkan kerjasama yang sinergis antar warga Kunzhong, perspektif untuk melihat tugas pendidikan sebagai tugas kemanusiaan serta amanah dan setia terhadap tugas perutusan sebagai Guru Kunzhong sehingga namanya tercatat dalam kerahiman Allah,” ujarnya.

Dalam konteks pelayanan, masih kata Pastor, Gedung Costantini adalah wujud nyata dari komitmen Sekolah Kunzhong untuk selalu menyediakan pendidikan bermutu bagi kaum muda Indonesia, khususnya yang tinggal di Provinsi Kalbar.

“Bagi Kunzhong, sarana dan prasarana itu penting, tapi yang lebih penting adalah pemanfaatan sarana dan prasarana itu untuk mengoptimalkan proses pendidikan demi kemajuan kaum muda yang nantinya akan membawa kemajuan Bangsa Indonesia,” ingatnya.

Dijelaskannya, Kunzhong adalah sebuah lembaga pendidikan di Kota Pontianak yang telah berusia 70 Tahun memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat. Pemberkatan dan peresmian Gedung Costantini adalah sebagai bagian dari Komemorasi 70 Tahun berdirinya Persekolahan Kunzhong.

Melalui komemorasi ini, kita memperingati, mengenang dan menghormati enam Pastor CDD pendiri Sekolah Kunzhong diantaranya, Pastor Lie CDD, Pastor Antonius Chang CDD, Pastor Yohanes Tsou CDD, Pastor Mateus Pian CDD, Pastor Dominikus Tju CDD, dan Pastor Yohanes Ma CDD.

“Keteladan yang diberikan keenam Pastor CDD kepada kita adalah pikiran brilian, semangat kuat dan idealisme tinggi untuk membangun masyarakat melalui jalur pendidikan,” jelasnya.

Selama 70 tahun Kunzhong setia mendampingi para orang tua
mempersiapkan masa depan anak-anak mereka.

Selama 70 tahun pula, Kunzhong
selalu menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan bermutu. Dengan
pandangan visioner Kunzhong membantu kaum muda memprediksi tantangan
masa depan yang mereka hadapi, serta menyiapkan strategi tepat untuk
menghadapi tantangan itu.

“Ketepatan menyiapkan strategi menghadapi tantangan adalah titik awal menuju keberhasilan dalam hidup dan berkarya,” ujarnya.

Kunzhong lahir, tumbuh, dan berkembang di tengah masyarakat. Kunzhong adalah bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Kemajuan Kunzhong
menjadi representasi kemajuan masyarakat.

Dalam perjalanan sejarah, Kunzhong selalu mengapresiasi dukungan besar yang diberikan masyarakat. Dukungan masyarakat adalah faktor kunci bagi kemajuan Kunzhong.

Dukungan nyata dari masyarakat antara lain berbentuk kepercayaan orang tua untuk menyekolahkan anaknya di Kunzhong. Kepercayaan orang tua menjadi motivasi bagi Kunzhong untuk terus-menerus memberikan layanan pendidikan terbaik.

“Kunzhong mengapresiasi kepercayaan orang tua dengan membantu, membimbing,
mengarahkan anak-anak mereka menapak jalan menuju masa depan yang cerah,” ucapnya.

Dalam menyediakan layanan pendidikan, kata Pastor Lodewyik Tshie, CDD, Kunzhong sering tampil sebagai perintis. Tampil sebagai perintis tidak bertujuan meninggikan hati. Perintis adalah orang yang memulai lebih dulu, pelopor, atau pembuka jalan. Dengan mengambil posisi sebagai perintis.

“Kunzhong mendapat kesempatan berharga untuk menyebarkan kebajikan, nilai-nilai kemanusian yang bersumber pada kasih sejati, dan kecintaan kepada alam semesta. Posisi ini memungkinkan Kunzhong untuk mengajak kaum muda menjadi pembaharu, inovator, inspirator bagi perubahan demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia tercinta,” harapnya.

Dalam konstelasi penggerak pendidikan, Kunzhong selain mendidik kaum muda dengan kompetensi yang menjadi standar nasional, juga membekali mereka
dengan kompetensi global.

Kompetensi global memungkinkan kaum muda untuk beradaptasi, berkolaborasi, dan berkompetisi secara lokal, nasional, regional, dan global. Kompetensi global berisi pengetahuan dan perspektif untuk memahami dan memandang suatu isu dalam konteks global. Kompetensi global juga berisi
kecakapan berpikir, berperilaku, pengendalian diri, dan pemanfaatan teknologi secara bijak.

Sebagai penggerak pendidikan, Kunzhong merasa penting untuk selalu berkolaborasi harmonis dengan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas-dinas Pendidikan. Kunzhong juga sadar akan pentingnya berkolaborasi harmonis dengan para alumni, dunia usaha, dunia industri, dan pemangku kepentingan lain. Kunzhong juga memberikan perhatian untuk berkolaborasi harmonis dengan sekolah lain, baik sekolah negeri yang
diselenggarakan pemerintah maupun sekolah swasta yang diselenggarakan
masyarakat.

“Bagi Kunzhong, sekolah lain adalah mitra bukan kompetitor. Sesungguhnya tidak sehat kalangan pendidikan membiarkan dirinya hanyut dalam suasana kompetisi. Karena tujuan pendidikan itu sendiri adalah mempersiapkan generasi mendatang untuk berkolaborasi secara damai dan harmonis memajukan derajat kehidupan umat manusia dengan kesetaraan harkat dan martabat,” ujarnya.

Ketua Yayasan Pendidikan Kalimantan Tahun 1975-2013 Polycapus Widjaja Tandra, SH, MM mengatakan, Sekolah Santu Petrus awalnya memililki nama Kunzhong dan didirikan oleh 6 orang Pastor CDD.

“Mereka mendedikasikan masa muda mereka dalam kasih dan mendirikan Kunzhong pada tahun 1950,” cerita P Widjaja Tandra, SH, MM

Dalam sejarah perkembangan peringatan 70 tahun Sekolah Kunzhong, dirinya telah menjabat sebagai Ketua Yayasan selama 38 tahun. Dirinya telah menyaksikan pengalaman Kunzhong tentang banyak badai dan gelombang, agresi dan penganiayaan eksternal, dan kekurangan guru internal.

Namun, penerus kami untuk generasi berikutnya menghormati Tuhan. Prinsip dalam menjalankan sekolah adalah “berpegang teguh pada akhlak dan prestasi yang sama.” Misalnya dalam perlombaan, kedisiplinan lebih diutamakan dalam bidang olah raga. Bahkan dengan mengorbankan juara, kita harus memiliki sportivitas.

“Saya berharap, Kunzhong semakin kuat dan terus bertumbuh,” harapnya.

Kepala Kantor Yayasan Pendidikan Kalimantan Dr A Kadir mengatakan pemberkatan dan peresmian Gedung ini memakai nama Kardinal Celso Costantini dan sekaligus sebagai peringatan 70 Tahun berdiri Sekolah Kunzhong.

“Pemberkatan dan peresmian ini sebagai wujud dari pelayanan Sekolah Kunzhong kepada masyarakat untuk memberikan pendidikan yang terbaik,” kata Dr A Kadir.

Digedung ini, disiapkan segala fasilitas untuk memberikan kemudahan bagi siswa siswa di sekolah. (Lay).