Polres Sambas Amankan, Oknum Guru Honorer Mencuri 51 Tablet Android Buat Siswa

Sambas, BorneOneTV.com- Kepolisian Resor (Polres) Sambas, Kalimantan Barat, telah mengamankan seorang Guru Honorer Bernama Syamsudin (37) Pelaku Pencurian 51(Lima puluh satu) Tablet Android di SDN 13 Pangkalan Bemban, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas.

Pelaku Tersebut Bernama Syamsudin yang merupakan Guru honorer di SD Negeri 13 Desa Pangkalan Bemban, Kabupaten Sambas.

Kapolres Sambas, AKBP Robertus Bellariminus Herry Ananto Pratiknyo Menjelaskan melalui Kasatreskrim Polres Sambas, Iptu Siko Sesaria Putra Suma, Tersangka Syamsudin telah kami amankan dalam pelariannya di kawasan Tambora, Jakarta Barat, Ujar Siko, Rabu,( 21/ 10/ 2020).

Pengusutan kasus tersebut berawal dari Laporan pihak sekolah ke Polres Sambas tanggal 09 Oktober 2020, Didalam laporannya, pihak sekolah mencurigai Syamsudin karena mengundurkan diri dari sekolah pada hari diduga pencurian berlangsung.

Kejadian pencurian itu terungkap saat para guru SDN 13 Pangkalan Bemban hendak melakukan rapat, saat kepala sekolah mengecek keberadaan tablet android tersebut yang tersisa hanya kotaknya saja, sementara isinya yang berupa tablet android sudah raib, Ujar Siko

Pihaknya saat ini masih melakukan pengumpulan barang bukti tablet android yang dijual Syamsudin ke sejumlah lokasi, karena tersangka menjual tablet android tersebut secara acak.

Diperkirakan pihak sekolah mengalami kerugian hingga Rp100 juta. Tablet itu sendiri dibeli dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi Pusat yang memang di peruntukan untuk Pihak SDN 13 pangkalan Bemban, Ujar Siko.

Dengan Kejadian Tersebut, pelaku dapat dijerat Dengan Pasal 362 KUHP ”Barangsiapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak enam puluh rupiah” atau Pasal 363 KUHP

Dengan kejadian tersebut, siswa sekolah tersebut tidak dapat melakukan belajar daring karena tidak ada tablet android, apalagi hampir seluruh wilayah Indonesia menerapkan pembelajaran jarak jauh atau daring karena pandemi Covid-19.
( Dedi Anggara)