Sekda Kalbar : Masyarakat Jangan Mudah Terpengaruh Informasi Hoax

Pontianak, BorneOneTV.com_Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar A.L. Leysandri, menghadiri Silahturahmi Nasional seluruh Badan Publik (Silatnas BP) dan Rapat Koordinasi Nasional ke-11 Komisi Informasi (KI) se-Indonesia 2020 secara virtual, Senin (26/10).

Sekda Kalbar A.L. Leysandri mengungkapkan tujuan acara ini yaitu menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat agar tidak terpengaruh berita hoax pada masa pandemi, serta mendorong badan publik untuk berinovasi terhadap bidang kesehatan dan ekonomi.

“Jadi, dalam masa pandemi seperti saat ini, berbagai informasi perlu disampaikan kepada masyarakat dengan benar agar mendorong masyarakat untuk cerdas dan menghindari berita-berita hoax, itulah tujuannya,” ungkap A.L. Leysandri.

Di masa Pandemi ini berita hoax tak kalah berbahaya dari virus, Sekda berharap Kalbar sebagai wilayah yang berkembang tidak mudah untuk terpengaruh berita hoax, baik dari sisi ekonomi, infrastruktur, dan lain-lain.

“Mudah-mudahan Kalbar Sebagai daerah yang berkembang tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal seperti itu (informasi hoax), kita mencoba menjaga kebersamaan semua komponen yang ada untuk dihidupkan di Kalbar agar lebih baik dari sisi ekonomi, infrastruktur, dan lain-lain,” harapnya.

Sekda Kalbar mengingatkan masyarakat tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan agar ekonomi di Pontianak terus bergerak.

“Kita (Pemprov Kalbar) bekerjasama dengan TNI dan POLRI mendorong supaya masyarakat itu tetap menjaga jarak, cuci tangan, dan memakai masker, karena kalau kita tidak disiplin tentu akan sulit. Kalau pusat perekonomian ada di Pontianak sampai krisis ekonomi, bisa berdampak pada daerah-daerah wilayah Kalbar, maka patuhi saja protokol kesehatan sehingga ekonomi kita bisa hidup atau bergerak,” tuturnya di Ruang Audio Visual Kantor Gubernur Kalbar.

Silahturahmi Nasional Badan Publik (Silatnas BP) dan Rapat Koordinasi ke-11 Komisi Informasi (KI) Seluruh Indonesia berlangsung secara virtual dari tanggal 26-28 Oktober 2020 dan diikuti Perwakilan Badan Publik dan Komisioner KI daerah. (Lay).