Workshop Upaya Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan

Pontianak, BorneOneTV.com_Provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki Hutan dan Lahan gambut dengan luas kawasan hidrologi gambut 2.801.447 Ha atau 21,91 persen. Lahan gambut di pesisir Kalbar umumnya di manfaatkan untuk beragam aktifitas, mulai dari pemukiman, sarana umum termasuk budidaya (pertanian dan perkebunan).

Dampak negatif terutama dilahan gambut yang baru dibuka yaitu kebakaran hutan dan lahan gambut menyebabkan kabut asap yang menyelimuti Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya sehingga mengganggu kesehatan, transportasi penerbangan dan aktifitas ekonomi masyarakat selain menyebabkan emisi carbon juga menyebabkan perubahan iklim dalam jangka panjang.

Sejak tahun 2017, Kalimantan Barat membentuk 17 unit pelaksana teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Provinsi Kalbar yang salah satu tugasnya adalah pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Setiap UPT KPH wajib membentuk Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdakarhutla) minimal terdiri atas 2 regu.

Kegiatan workshop Berbagi Pengalaman Upaya Pencegahan Kebakaran Terpadu dan Peluncuran Panduan pelaksanaan Pengelolaan Brigdalkarhutla KPH Provinsi Kalbar, Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, A.L Leysandri berharap kegiatan ini memberikan wawasan bagi para KPH karena setiap KPH ada dua regu.

“Karena lahan gambut kita cukup tinggi dan besar tentunya pelatihan ini akan memberi manfaat bagi teman-teman KPH yang wilayah kerjanya banyak daerah gambut,” kata Sekda Kalbar AL Leysandri usai membuka kegiatan workshop di Hotel Mercure secara virtual, Senin (26/10).

Dikatakannya, sesuai dengan arahan Gubernur Kalbar bagaimana lahan gambut bisa dimanfaatkan untuk pembangunan ekonomi produktif.

“Kita lihat KPH sekarang berkompetisi untuk meningkatkan ekonomi di masing-masing wilayah, ada yang menawarkan madu, kerajinan dan tentunya ini pemberdayaan masyarakat sudah jalan,” jelasnya.

Hanya saja terkait dengan persoalan Karhutla faktor-faktor yang banyak mempengaruhi akibat kebakaran itu dan dengan pemberdayaan Brigade yang ada diharapkan bisa menjaga kawasan-kawasan itu sehingga bisa menggunakan lembaga adat, tokoh-tokoh masyarakat sehingga lahan ini dapat dikendalikan. (Lay).