Semudun Ditetapkan Jadi Desa Sadar Kerukunan

Mempawah, BorneOneTV.com – Desa Semudun, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah ditetapkan menjadi desa sadar kerukunan oleh Kementrian Agama (Kemenag).

Ditetapkannya desa sadar kerukunan tersebut setelah dilakukan launching yang dilakukan oleh Bupati Mempawah, Erlina yang turut dihadiri beberapa Forkopimda Kabupaten Mempawah, pada Rabu (11/11/2020), di Gedung Serbaguna Happy Party Semudun.

Dikatakan Bupati, bahwa dengan ditetapkannya Desa Semudun ini jadi desa sadar kerukunan merupakan penghargaan, dimana satu kabupaten hanya satu desa yang dijadikan icon.

“Dipilih Semudun jadi desa sadar kerukunan tentu sudah ditinjau dan dikaji, sehingga pantas untuk dijadikan icon,” ujarnya.

Memang layak Semudun dijadikan icon desa sadar kerukunan, mengingat kata Erlina di Desa Semudun ini antar umat beragama kompak tak pernah ada permasalahan dan selalu hidup berdampingan.

“Tak pernah ada perselisihan selama ini, bahkan kita lihat tempat ibadah saja seperti masjid dan genteng keberadaannya berdekatan,” terangnya.

Erlina pun berharap, dengan adanya desa sadar hukum ini, masyarakat Desa Semudun semakin meningkatkan toleransi antar umat beragama serta semakin meningkatkan kebudayannya juga sehingga dapat semakin membawa kemajuan di Pemerintahan Kabupaten Mempawah

“Saya yakin sekali dengan dijadikannya Desa Semudun ini icon desa sadar kerukunan, bisa jadi percontohan untuk desa-desa yang lainnya,” jelasnya.

Ia juga meyakini, bahwa seluruh kabupaten/kota yang ada di Kalbar ini nantinya akan ada icon kerukunan antar umat beragama. Contohnya yakni rumah ibadah yang dibuat berdampingan.

“Salah satu contohnya yakni rumah ibadah yang ditunjuk untuk berdampingan antar agama yang diakui oleh pemerintah. Dimana itu akan dijadikan icon kerukunan antar umat beragama,” katanya.

Selain itu, Erlina juga mengucapkan terimakasih kepada Kementrian Agama, khususnya Kemenag Kakanwil Provinsi Kalbar yang telah memberikan bantuan kepada 56 pesantren yang ada di Kabupaten Mempawah.

“Untuk pesantren yang blum dapat bantuan, Insha Allah ke depan akan menyusul,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Semudun, Yusuf mengatakan, bahwa sebenarnya launching ini dilaksanakan pada bulan Agustus lalu, namun dikarenakan Covid-19 akhirnya molor hingga pada bulan November.

“Alhamdulillah, meskipun molor launching ini tetap bisa kita laksanakan sebelum berakhirnya tahun 2020,” ujar Yusuf.

Ia menjelaskan, bahwa dipilihnya Desa Semudun sebagai desa sadar kerukunan, tentu sudah melalui penilaian-penilaian yang telah dilakukan oleh FKUB Mempawah, Kemenag Mempawah dan Kakanwil Kemenag Kalbar sehingga layak mendapat predikat tersebut.

“Semudun ini terdiri dari beberapa etnis dan suku, dimana 50 persen etnis Tionghoa dan 50 persennya campuran Melayu, Madura, Bugis dan Jawa. Meski berbeda tapi kami hidup harmonis berdampingan,” katanya.

Satu-satunya lambang toleransi di Desa Semudun ini kata yusuf, berdirinya tempat ibadah yang berdampingan. Itu menjadi cermin kerukunan antar umat beragama di sini.

“Di sini berdiri berdampingan antara Vihara Tridarma dan Masjid. Kami saling toleransi antar sesama. Ketika ada kegiatan agama masing-masing, kami selalu menghargai,” katanya.

Dijelaskannya, bahwa Vihara tersebut menurut sejarah dibangun tahun 1898 sementara masjid dibangun tahun 1962. Memang jauh lebih tua Vihara, namun tak saling menjelekan dan dapat menjaga keharmonisan.

“Tidak saling menjelekan dan menjatuhkan, sampailah sekarang ini terjaga dengan harmonis,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah yang turut hadir pada kegiatan itu mengatakan, bahwa kerukunan merupakan suatu hal yang nikmat.

“Kerukunan itu kenikmatan bagi masyarakat. Kita harus selalu menjaga kerukunan ini, apalagi di tengah pandemi Covid-19,” singkatnya. (pul)

Editor: HaDin