LSM WAPATARA Kecewa, Pihak PT. RWK tidak hadir disaat Hearing bersama DPRD Sambas

Sambas, BorneOneTV.com- LSM Wahana Pelestarian Alam Nusantara (WAPATARA) Sangat menyayangkan ketidak hadiran Pihak PT. Rana Wastu Kencana ( RWK) pada saat hearing bersama Masyarakat, DPRD Sambas, Instansi, maupun Institusi terkait , atas dugaan pencernaan lingkungan, Sambas, Kalimantan Barat, Kamis, (12/ 11/ 2020).

Jajak pendapat atau hearing dilakukan berdasarkan temuan- temuan dilapangan, atas dugaan maupun indikasi terjadi pencernaan lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan.

Ketua LSM WAPATARA, Andre, menjelaskan, Hearing bersama DPRD Sambas, Masyarakat, Instansi, institusi terkait berjalan dengan lancar, tetapi sangat disayangkan sekali, pihak perusahaan tidak bisa hadir, mestinya banyak persoalan yang harus mereka Klarifikasi terkait pencemaran lingkungan yang dilakukan PT
RWK, Jelas Andre.

hari ini kami dan rekan sudah menyampaikan secara langsung kepada legislatif maupun eksekutif apa yang telah kami lakukan bersama teman-teman dilapangan, memantau langsung ke lokasi yang diduga ada terjadi pencemaran lingkungan oleh perusahaan ( PT. Rana Wastu kencana ).

Banyak Yang menjadi persoalan mendasar, ada namanya undang-undang lingkungan dan ada aturan-aturan yang membolehkan pihak untuk berinvestasi, berusaha di lokasi-lokasi tertentu, tetapi tidak boleh mengabaikan tanggung jawab terhadap Lingkungan.

Kami LSM WAPATARA mempertanyakan apakah pengolahan limbah yang dilakukan oleh pihak perusahaan tersebut sudah sesuai dengan SOP dan mekanisme yang berlaku. dan menurut hemat kami beberapa limbah yang dibuang diluar lokasi Limbah, itu termasuk pembuangan sampah sembarangan sehingga mencemari lingkungan dan aliran-aliran sungai, jelas Andre.

Perusahaan tersebut sudah berjalan di atas 5 s/d 10 tahun, jadi berapa banyak sidimen-sidimenstasi dari limbah yang semestinya kita pantau dan evaluasi.

Kami selaku lembaga hanya bisa menyampaikan temuan kepada pemerintah yang mempunyai kewenangan melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang telah diamanahkan undang-undang.

kami tetap konsisten untuk mengawal pelanggaran yang dilakukan pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menyelamatkan bumi ini. kita tahu bahwa indonesia adalah paru-paru dunia dan pada hari ini menyita banyak perhatian dunia yaitu pemanasan global. Akibat pembuangan limbah yang tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan kerusakan lingkungan, sehingga merugikan orang banyak yang berada di daerah pedalaman masih menggunakan air sungai untuk jadi kebutuhan dasar masyarakat.

WAPATARA berkomitmen dan konsisten terhadap lingkungan, salah satu wadah kami untuk menyuarakan suara suara alam, kami akan berkoordinasi dengan kawan-kawan seperti Walihi, dan kami akan menyurati kementerian lingkungan hidup terkait kerusakan- kerusakan. Hutan Indonesia, maupun hutan Kalimantan bukan hanya milik kabupaten Sambas saja, akan tetapi adalah milik dunia, milik kita semua, Tutup Andre. ( Dedi Anggara)

Editor: HaDin