LSM THREE-NGO: Minta Usut Tuntas Kasus Korupsi yang Mandeg

Pontianak, BorneOneTV.com_Peresmian dan Syukuran THREE-NGO (Tree Non Government Organization) yang terdiri dari 3 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GASAK (Gerakan Anti Suap dan Anti Korupsi) NCW ( Nusantara Corruption Watch) dan LSM PEDULI KAYONG di Sekretariat Bersama. Jalan Paris H. Husin II Komplek Fajar Permai, Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat.

Kegiatan peresmian dan syukuran tersebut dihadiri langsung oleh Ibrahim, MYH dari Investigator NCW sekaligus sebagai penyelenggara, Drs. Hikmat Siregar LSM GASAK dan Suryadi LSM PEDULI KAYONG

Ibrahim, MYH investigator NCW, menjelaskan LSM lembaga swadaya masyarakat merupakan lembaga atau organisasi yang anggota-anggotanya terdiri dari warga masyarakat yang didirikan atas dasar sukarela atau inisiatif untuk melakukan kegiatan serta fokus pada tujuan kemasyarakatan itu sendiri. Ujarnya Ibrahim kepada awak media, Sabtu (14/11/2020)

Sekretariat Bersama THREE-NGO Jalan Paris H. Husin II
Komplek Fajar Permai, Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat.

Atas dasar hukum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berlandaskan dua dasar hukum Pasal 1663-1664 KUHP serta UU No 8 tahun 1985 tentang Organisasi kemasyarakatan atau UUD ormas. Kemudian termuat dalam Staatsblad 1870 No 64 dan UU No 16 Tahun 2001 tentang yayasan, yang kemudian diubah dengan UU No 28 Tahun 2004. “Jelasnya

Ibrahim, MYH juga menyampaikan beberapa temuan yang diduga ada indikasi korupsi, yakni Jembatan Kembar tol landak Kota Pontianak yang berumur belum 1 tahun sudah mulai miring dan gertak, dan Rehabilitasi jaringan reklamasi rawa dr banjarsari lanjutan 1.200 Hektar dengan anggaran 9 Miliyar lebih, di duga 3 Miliyar lebih di korupsi. Kasus tersebut sudah diproses kepada pihak berwajib. Namun hingga saat ini mangkrak. Pungkasnya Ibrahim MYH.

Hikmat Siregar LSM GASAK, menambahkan, meminta usut tuntas kasus korupsi yang ada diwilyah kalbar, khususnya temuan LSM GASAK yaitu “Korupsi Dana Desa Bantan Sari Kec. Marau Kab. Ketapang Tahun Anggaran 2016-2017. “kata Siregar

Temuan yang diperoleh dilapangan, terkait pengadaan genset bekas untuk pembangkit listrik tenaga diesel PLTD hingga saat ini tidak berfungsi. Pembuatan saluran/ irigasi 380 meter yang dikerjakan hanya 200 meter dan tidak sesuai volume. Pembuatan gorong-gorong dengan menggunakan dana CSR PT. Harita sehingga tumpang tindih dengan anggaran Dana Desa. Jelasnya

Dengan adanya temuan dan data tersebut LSM GASAK melaporkan mantan Kepala Desa Inisial “L” dan Direktur PT. Raja Intan Elektrical Inisial “AS” kepada Kejaksaan Negeri Ketapang dengan No Surat (026/LSM GASAK/L/V/2019) Tanggal 27 Mei 2019

Sebelumnya LSM GASAK menanyakan perkembangan proses Hukum Dugaan Tindak Pidana korupsi Dana Desa, pada saat itu baru dimulai proses dan terhadap pemeriksaan saksi-saksi, penyelidikan hingga kepenyidikan. Namun hingga saat ini belum ada tindakan dan masih berjalan ditempat atau mandeg sehingga LSM GASAK mempertanyakan ada apa gerangan?

LSM GASAK menduga ada intervensi dari pihak lain, meskipun sudah ada data dua alat bukti yang sudah disegel. Dan meminta kepada pihak berwajib khususnya Kejaksaan Negeri Ketapang untuk mengusut tuntas Korupsi “Dana Desa Bantan Sari Kec. Marau Kab. Ketapang yang saat ini belum ditetapkan sebagai tersangka. terangnya (Hadin)