DKUMP Kabupaten Sekadau Adakan Pelatihan Manajemen Pengelolaan Koperasi/KUD

Sekadau, BorneOneTV.com – Dalam Rangka Percepatan pertumbuhan ekonomi di tengah Indonesia khusus nya Kabupaten Sekadau menghadapi PANDEMIK COVID-19 Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUMP) Kabupaten Sekadau adakan Pelatihan manajemen pengelolaan koperasi/KUD di Aula Hotel Multi Sekadau, Senin (16/11)

Saat di Wawancarai, Pjs Bupati Sekadau, Hj Sri Jumiadatin Mengungkapkan saat ini KUD di Kabupaten Sekadau tidak hanya terdampak oleh adanya pandemi Covid-19, tetapi masalah mendasar yang dimiliki KUD di Sekadau adalah manajemen skill yang harus ditingkatkan.

“Ada dua masalah mendasar yang menimpa KUD Kabupaten Sekadau, yang pertama dampak Pandemi Covid-19, dan yang kedua adalah manajemen skill. Sehingga memerlukan pembenahan dalam pelatihan ini, mengingat masalah struktural yang sudah ada di dalam tubuh koperasi adalah pola manajemen yang diterapkan”. pungkasnya.

Dirinya pun berharap dengan adanya pelatihan tersebut, KUD yang ada di Kabupaten Sekadau dapat menambah pengetahuan, terutama yang berkaitan dengan kesadaran pajak, kesadaran tentang perizinan, kesadaran untuk meningkatkan manajemennya sehingga menjadi lebih baik dan tidak berjalan hanya secara otodidak.

Sementara itu, Kepala Dinas DKUKMP Sekadau, St Emanuel mengatakan pelatihan tersebut dimaksudkan agar dapat membantu pihak Koperasi didalam menghadapi tantangan saat pandemi Covid-19, juga sebagai percepatan pertumbuhan ekonomi.

“Untuk KUD di perusahaan kemarin sudah dari Oktober sudah mendapatkan sejumlah bantuan dari pusat, itu dalam bentuk pendanaan untuk peremajaan, kemarin kita sudah laksanakan Chipping Perdana Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) ,” tambahnya.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan ada sebanyak 118 koperasi di Kabupaten Sekadau dan sekitar 94 koperasi bergerak di bidang perkebunan. Mengikuti Pelatihan guna mencapai tujuan agar koperasi di Sekadau dapat lebih memahami manajemen pengelolaan yang baik, satu diantaranya dalam hal pelaporan tahunan.

“Karena selama ini kita selalu jemput bola ataupun memberikan surat, tetapi dari koperasi itu sendiri yang lamban dalam laporan akhir tahun dan kita susah untuk mengetahui perkembangan KUD,” jelasnya.

Untuk itu ia Diharapkan usai mengikuti pelatihan itu, para KUD memiliki hubungan dan kerjasama yang semakin baik dengan DKUKMP.

“Supaya perkembangan koperasi di kabupaten Sekadau sesuai dengan visi misi Bupati, yaitu maju mandiri dan berdaya saing, supaya ini bisa bersaing dengan KUD lainnya,” pungkas St Emanuel.

Ketua KUD Tapang Dadap, Mario harap berharap agar Semua KUD bisa menerapkan pola manajemen yang baik. karena memang selama ini KUD memiliki masalah manajemen yang kurang tertata dengan baik.

“Dengan kegiatan ini harapannya koperasi bisa melaksanakan standar yang berlaku di Indonesia,” ujarnya.

Adapun Untuk koperasi yang saat ini ia ketuai, Mario mengaku sudah sesuai standar manajemen, dan dengan pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan sumber daya pengurus koperasi di tempatnya.

Sementara, bagi Sukon, ketua KUD Semirah Makmur Mandiri, pelatihan tersebut sangat penting guna meningkatkan kinerja pengurus KUD.

“Karena intinya tanpa pelatihan, pengurus tidak bisa bergerak, karena mungkin kebijakan yang dibuat pemerintah berhubungan dengan kegiatan koperasi, seperti pajak, pemasaran dan lainnya,” ujarnya.

Sehingga dengan adanya pelatihan manajemen pengelolaan itu, diharapkan KUD dapat menyingkronkan diri dengan berbagai kebijakan yang ada di Pemerintahan.

Adapun kendala lain yang dihadapi KUD, Sukon menuturkan dengan kondisi KUD yang berminat dengan perusahaan maka, cukup besar kewenangan berada di tangan perusahaan.

Karena kita bermitra, sedikit banyak di kelola oleh perusahaan induk. Jadi agak susah bergerak.Kita hanya membuat laporan, tapi yang mengelola mereka,” tandasnya.

Adapun pelatihan dilaksanakan dalam dua tahapan, yakni tahapan pertama diikuti 50 peserta pada 16-18 November dan tahapan kedua pada 19-21 November 2020. (Krisantus)

Editor: HaDin