Hadapi Potensi Bencana Alam, Muhammad Pagi: Langkah Antisipasi Selalu Kita Kedepankan

Mempawah, BorneOneTv.com – Dilansir dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBP) Kabupaten Mempawah, sebanyak 8 dari 9 Kecamatan di Mempawah berpotensi sebagai Kawasan Rawan Bencana (KRB), baik berupa banjir, kebakaran, tanah longsor maupun puting beliung.

Adapun delapan Kecamatan tersebur diantaranya Sungai Kunyit, Mempawah Hilir, Mempawah Timur, Sadaniang, Pinyuh, Toho, Segedong dan Jongkat.

Menanggapi hal itu, Ketua Tim Penanggulangan Bencana Kabupaten Mempawah, Muhammad Pagi mengatakan, pihaknya sangat concern melakukan langkah-langkah antisipatif dalam melakukan mitigasi. Sehingga, adapun terkait kerugian yang terlanjur ditimbulkan, sebisa mungkin dapat segera diminimalisir.

“Kemarin itu kami sudah rapat koordinasi yang difasilitasi Pak Kapolres Mempawah. Kami minta semua peralatan diturunkan. kita juga imbau bagi seluruh perusahaan-perusahaan yang memiliki armada siaga, diikutsertakan,” ujar Muhammad Pagi, kemarin.

Dalam waktu dekat, kata Muhammad Pagu yang juga merupakan Wakil Bupati Mempawah ini, pihaknya juga akan rapat evaluasi terkait dampak bencana ini. “Kami akan bahas apa-apa yang kita mesti lakukan, termasuk apa kekurangannya, apa kendalanya selama ini. Kita akan lakukan persiapan-persiapan itu ke depan,” jelasnya.

Sementara terkait spesifik permasalahan banjir, Muhammad Pagi menyatakan bahwa pemerintahannya memiliki program jangka menengah-panjang, dimana pihaknya kini juga tengah mengupayakan pembangunan kanal air yang terhubung langsung ke laut,

“Sekarang sudah ada beberapa perusahaan yang melakukan normalisasi, seperti PT MAS dan lainnya. Nah, untuk di wilayah Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, saya sudah langsung melakukan monitor lapangan. Alhamdulillah mungkin dalam sebulan dua bulan ini ada sekitar tiga empat yang akan dinormalisasi sampai ke laut,” terangnya.

Pihaknua juga terus-menerus akan memonitor dampak banjir tersebut. Bahkan komitmen dan serius agar banjir ini semakin tahun dapat semakin menurun. (pul)

Editor: HaDin