Preseden Buruk Debat Kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Sambas, Awak Media Tidak Diperbolehkan Masuk

Sambas, BorneOneTV.com- Debat kandidat pasangan calon (paslon) Bupati sambas, Provinsi Kalimantan barat, yang diselenggarakan sejak pukul 18. 30, Sabtu (21/ 11/ 2020), dihotel Pantura, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Awak media tidak diperkenankan masuk oleh pihak kepolisian atas perintah KPU Sambas. sangat disayangkan, kejadian tersebut, karena debat kandidat merupakan acara publik yang harus diketahui publik lewat media elektronik, cetak, maupun online.

Ketua KPU Sambas, Sudarmi Saat dikonfirmasi Lewat chat What’s up, mengatakan semua itu kewenang Even Organizer ( EO), untuk lebih jelasnya langsung saja ke komisioner yang membidanginya yaitu bapak Martono, karna secara teknis dan prosedur beliau yg lebih mengetahui, program ini d bawah tanggung jawab divisi beliau, Ujar Sudarmi, Sabtu, ( 21/ 11/ 2020).

dalam pasal 4 undang-undang pers menjamin kemerdekaan pers, dan pers nasional memiliki hak mencari, memperoleh dan menyebar luaskan gagasan dan informasi.

bahwa bagi siapa saja yang melakukan kekerasan dan menghalangi wartawan dalam melaksanakan tugas peliputannya, maka sipelaku tersebut dapat dikenakan hukuman selama 2 tahun penjara dan dikenakan denda paling banyak sebesar Rp 500 juta rupiah.

Dalam ketentuan pidana pasal 18 itu dikatakan setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang dapat menghampat atau menghalangi ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 terkait penghalang- halangan upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana dalam pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah. Jadi ini ketentuan pidana yang diatur dlm undang-undang pers.

Atas tindakan tersebut, jurnalis media elektronik, cetak dan online yang hadir tidak bisa meliput kegiatan debat kandidat pasangan cabup dan cawabup, dan terkesan hanya media yang melakukan kontrak lah yang boleh meliput kegiatan tersebut.

Awak media seharusnya berhak meliput kegiatan ini, agar informasi tentang visi dan misi pasangan cabup dan cawabup yang berkontestasi dapat disebarluaskan melalui media massa, kepada seluruh masyarakat. ( Dedi Anggara).