Dishub Tindaklanjuti Juru Parkir yang Meminta Tarif di Luar Ketentuan

Pontianak, BorneOneTV.com_Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi menyampaikan akibat dampak pandemi Covid-19 pendapatan berdampak pada Juru Parkir dan pendapatan dishub akibatnya beberapa toko di Kota Pontianak sempat mengalami penutupan pada bulan Maret 2020 lalu. “Ujarnya

Namun saat ini setelah diperbolehkan dibukanya toko dan Juru Parkir kembali seperti biasanya mencari nafkah memarkirkan kendaraan. “Saya rasa tidak begitu lama masa mereka beraktivitas mencari nafkah disitu” kata Utin Srilena Candramidi kepada wartawan borneonetv Kamis 26/11/2020

Juru parkir saat ini sudah kembali beraktivitas seperti biasa, warkop dan lain sebagainya sudah diperbolehkan di buka walaupun ada pembatasan aktivitas sampai jam 21:00 WIB di situ para juru parkir bisa mencari nafkah

Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2011, tentang retribusi parkir dengan tarif seperti sepeda motor Rp 1.000, mobil Rp 2.000 dan Truk Rp 3.000 Tarif parkir masih normal, tidak ada kenaikan harga apalagi di tengah pandemi Covid-19

“Apabila ada temuan juru parkir meminta melebihi dari tarif yang tidak sesuai dengan tarif dishub Kota Pontianak akan menindaklanjuti juru parkir dengan melelang ulang lokasi tersebut”

Perlu diketahui oleh masyarakat bahwa parkir terbagi dua yaitu pajak parkir dan retribusi parkir, Pengelolaan Dishub Kota Pontianak adalah retribusi parkir, kalau pajak parkir dari BKD yaitu bidang pajak, jelasnya

Pajak parkir merupakan parkir yang memiliki halaman sedangkan retribusi parkir merupakan tidak memiliki halaman parkir dan tidak semua sama rata, urusan parkir itu urusan Dishub, walaupun urusan BKD, dishub Kota Pontianak membantu penegakan apabila juru parkir menarik tarif diluar batas tarif parkir dengan keterlauan akan ditindaklanjuti kepada pihak kepolisian, tegasnya Utin Srilena Candramidi

Pendapatan dishub Kota Pontianak ditengah pandemi Covid-19 tidak signifikan terjadinya penurunan, karena dishub tetap rutin menagih juru parkir yang tidak membayar ” kalau mereka tidak membayar solusinya akan dilakukan lelang parkir bagi siapa yang mau mengelolanya”

Dishub Kota Pontianak juga memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan menyediakan marka parkir yang dikelola warga, dan dikenakan pembayaran dari masyarakat kepada pemerintah melaui juru parkir

Misalnya di area Jalan Diponegoro tarif motor Rp 1.000 dan Mobil Rp 2.000 dan pendapatan tersebut akan disetor ke pemerintah Kota Pontianak setiap bulanya dengan memakai karcis yang ditentukan

Utin Srilena Candramidi juga menambahkan untuk menghimbau kepada juru parkir di Kota Pontianak untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dengan menerapkan 3M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak. Kemudian ia meminta kepada juru parkir untuk mengutamakan mencuci tangan karena juru parkir lebih banyak pegangan motor. Pesanya

HaDin/Yadhi