Dinsos Prov Kalbar : Sambut Kedatangan 163 PMI Bermasalah di Luar Negeri

Pontianak, BorneOneTV.com_Sebanyak 163 orang Deportasi atau Repatriasi rombangan diberangkatkan dari PLBN Terpadu Entikong Kec. Entikong Kab. Sanggau pada 26 November 2020 Pukul : 45 WIB

Rombongan tersebut terdiri dari Deportasi sebanyak 155 orang PMIB (WNI M KPO) dari Depot Imigresen Semuja dan Repatriasi dari KJRI Kuching sebanyak 8 orang, total jumlah 163 orang menuju Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat

Kepala Dinas Sosial Prov Kalbar, Golda M. Purba mengatakan pemberangkatan rombongan Deportasi atau Repatriasi ini difasilitiasi oleh CIQS, Polsek Entikong dan POS BP2MI Entikong, Ujarnya kepada awak media. Jumat, 27/11/2020

Rombongan PMIB tersebut tiba pada 27 November 2020 Pukul 02 :35 WIB dini hari, dan disambut langsung Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat. Namun sempat terjadi keterlambatan dalam perjalanan karena adanya kemacetan disebabkan kondisi banjir di wilayah jalan Trans Kalimantan. Kata Golda M. Purba

Sebelum dilaksanakan proses pendataan atau assesmen oleh para petugas Dinas Sosial Prov Kalbat terlebih dahulu dibagikan makanan yang sudah disediakan petugas

Pada proses awal pendataan atau assesmen para PMIB dapat diklasifikasi sebagai berikut, Laki-laki 139 orang dan Perempuan 24 orang dengan total jumlah 163 orang

Hasil pendataan dan assesmen diketahui bahwa asal Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari berbagai wilyah imdonesia yaitu Kalbar 81 orang, Jawa Timur 18 orang, Jawa Tengah 9 orang, Jawa Barat 3 orang, Nusa Tenggara Timur 3 orang, Sumatera Utara 2 orang, Lampung 3 Orang, Nusa Tenggara Barat 11 orang, Sulawesi Selatan 27 Orang, DKI Jakarta 1 Orang, Banten 2 Orang, Aceh 1 orang, DIY/ Yogyakarta 2 orang

Kasus Pekerja Migran Indonesia yang bermasalah karena tidak memiliki paspor 38 Orang, tidak memiliki permit 116 Orang, operator judi online 1 Orang, lapor ke KJRI Kuching karena ingin dipulangkan ke Indonesia 4 orang, gaji tidak dibayar 3 orang, lapor ke KJRI Kuching karena sakit TBC 1 orang, paparnya

Kemudian Petugas Pendataan/ asesmen pendamping debarkasi Pontianak hanya 1 orang, sedangkan jumlah PMIB/ WNI Migran KPO relatif banyak maka tenaga bantuan diambil dari ASN, Pekerja Sosial Anak, dan Pekerja Sosial Lanjut Usia. Terangnya (Hadin)