LSM NCW Temukan Dua Proyek Asal-asalan, Diduga Mengeruk Keuntungan Pribadi diatas Kepentingan Negara

Pontianak, BorneOneTV.com_Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Nusantara Corruption Watch (NCW) Investigator Kalbar menemukan kesemrautan pengerjaan proyek Jalan Pelang Batu Tajam APBD Kabupaten ketapang An Tahun 2019 Senilai Rp. 56.489.000.000 yang dikerjakan oleh PT. Marga Mulya terindikasi gagal

Proyek Embung merupakan APBN murni dengan 2 tahap di T.A 2014 dan 2015 senilai sekitar Rp. 10.000.000.000 di Desa Kendawangan Kiri, Kec. Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalbar, terindikasi tidak berfungsi

NCW Investigator Kalbar, Ibrahim MYH mengatakan dirinya sudah membuat laporan berdasarkan dua perihal tersebut di atas yang akan disampaikan kepada Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Kapolda), ujarnya kepada wartawan borneonetv, Senin 30/11/2020

NCW Investigator Kalbar, Ibrahim MYH

LSM NCW mengungkapkan proyek Jalan Pelang Batu Tajam Kabupaten Ketapang APBD tahun 2019 senilai Rp. 56.489.000.000 ( Lima puluh enam milyar empat ratus delapan puluh sembilan rupiah ) sepertinya dikerjakan asal jadi yang dilaksanakan oleh PT. Marga Mulya, Sampai hari ini proyek jalan tersebut pengaspalan seperti tidak berkualitas hingga proyek jalan tersebut hancur.

Selain itu juga dirinya menemukan proyek Embung APBN murni yang terletak di Desa Kendawangan Kiri, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang dikerjakan dua tahap pada tahun 2014 dan tahun 2015 senilai Rp. 10.000.000.000 ( Sepuluh milyar rupiah ) sampai hari tidak berfungsi. Pada tahap keduanya proyek Embung APBN murni senilai Rp. 4.418.608.000 ( Empat milyar empat ratus delapan belas juta enam ratus delapan ribu rupiah ) yang dilaksanakan oleh Kontraktor PT. Kartika Sari Sejahtera, sampai hari ini proyek embung tersebut terindikasi tak berfungsi, paparnya Ibrahim MYH

Sebelumnya tim NCW Investigator Kalbar melakukan Investigasi, Monitoring dan pengumpulan data pada hari Minggu, 25 Agustus 2019 ke proyek Jalan langsung di jalan Pelang – Batu Tajam dan ke bangunan Embung di desa Kendawangan Kiri

Kemudiann pada hari Jum’at, 19 Juni 2020 NCW Investigator Kalbar kembali lagi melakukan Investigasi lansung ke lokasi proyek tersebut. Namun terlihat semakin hancur

Dirinya meminta kepada Instansi dan Pihak pelaksana kedua proyek tersebut terlalu sulit dihubungi, maka untuk transparansi publik, NCW Investigator Kalbar meminta awak media dipublikasikan melalui pemberitaan.

Problem Solving ini merupakan upaya agar kedua proyek tersebut segera dapat dilakukan pengusutan serta percepatan penuntasan penindakkan permasalahanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Setelah melihat dan mengkaji permasalahan, NCW Investigator Kalbar berkesimpulan. Jika kedua proyek sebagaimana permasalahan tersebut diatas, diduga dikerjakan oleh seorang Kontraktor Pelaksana, terindikasi sengaja melaksanakan pekerjaan proyek tersebut asal-asalan untuk mengeruk ke untungan pribadi di atas kepentingan negara.

Kedua proyek tersebut terindikasi lemahnya pengawasan dari instansi terkait terkategori perbuatan pembiaran termasuk perbuatan melanggar hukum.pungkas (tim)